Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2019

Kereta Api, Moda Transportasi Paling Paling Sehat untuk Mudik, Ini Penjelasan Dokter

Banyak pilihan moda transportasi untuk mudik ke kampung halaman mulai dari motor, mobil pribadi, kereta dan pesawat, mana yang tersehat?

Kereta Api, Moda Transportasi Paling Paling Sehat untuk Mudik, Ini Penjelasan Dokter
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Kereta api melintasi jalur double-double track (DDT) di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (12/4/2019). Jalur kereta api ganda segmen Jatinegara-Cakung sepanjang 9,5 kilometer mulai beroperasi pada Jumat ini. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Banyak pilihan moda transportasi yang dapat digunakan untuk mudik ke kampung halaman mulai dari motor, mobil pribadi, kereta hingga pesawat.

Dari pilihan tersebut kereta api yang paling pas untuk kesehatan tubuh.

Menurut Spesialis penyakit dalam, Dr. T. Djumhana Sp.PD kereta api memiliki ruangan yang luas untuk meregangkan tubuh dibandingkan moda transportasi lainnya.

PUNCAK ARUS MUDIK - H+4 Arus Balik Pemudik kereta api dari Purwakarta  tiba di Stasiun Pasar Senen,  Jakarta Pusat, Selasa (21/7). Puncak arus balik pemudik di stasiun ini diperkirakan terjadi pada Selasa (21/7). Warta Kota/henry lopulalan
PUNCAK ARUS MUDIK - H+4 Arus Balik Pemudik kereta api dari Purwakarta tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (21/7). Puncak arus balik pemudik di stasiun ini diperkirakan terjadi pada Selasa (21/7). Warta Kota/henry lopulalan (Harian Warta Kota/Henry Lopulalan)

“Kereta api yang paling enak, tidurnya bisa enak, apalgi yang di bisnis. Jarak antara kaki ke bangku lebar, bebas, kamar mandi deket, bisa mondar-mandir,” ungkap dr. Djumhana saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Senin (20/5/2019).

Ruangan yang luas dapat dimanfaatkan untuk melalukan peregangan setelah duduk berjam-jam selama perjalanan.

Tubuh membutuhkan peregangan agar tidak timbul pembekuan darah karena terhambatnya sistem aliran darah khususnya pada bagian kaki.

Karyawan PT KAI Daop 1, memakai baju kebaya melayani penumpang dalam rangkaian peringatan Hari Kartini di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2019). PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan rangkaian kegiatan bagi pengguna kereta api, khususnya bagi para pengguna wanita dan turun langsung melakukan pelayanan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada penumpang pada hari pahlawan tersebut. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Karyawan PT KAI Daop 1, memakai baju kebaya melayani penumpang dalam rangkaian peringatan Hari Kartini di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2019). PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan rangkaian kegiatan bagi pengguna kereta api, khususnya bagi para pengguna wanita dan turun langsung melakukan pelayanan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada penumpang pada hari pahlawan tersebut. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha (WARTA KOTA/Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Pembekuan darah tersebut dapat membuat pembengkakan di bagian kaki dan kemudian menyumbat pembuluh darah hingga ke paru yang dapat pernfasan berhenti tiba-tiba dan efek berbahayanya adalah kematian.

“Misalnya kalau kita naik pesawat lebih dari delapan jam gak pakai latihan fisik maka akan ada gejala tersebut, maka ada upaya gerak dan olahraga penumpang bolak balik ke kamar kecil supaya aliran darah lancar,” tutur dr. Djumhana.

Aliran darah di bagian kaki sangat memengaruhi karena aliran darah juga dipompa oleh-oleh otot-otot yang ada di telapak kaki, betis, yang diteruskan hingga otot jantung.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...

Berita Terkait :#Mudik Lebaran 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas