Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mencegah Pikun Saat Tua Bisa Dilakukan Sejak Masih Muda

Perubahan saat tua, selain fisik, ingatan bakal semakin memudar dan menghilang, untuk kemudian menjadi pikun.

Mencegah Pikun Saat Tua Bisa Dilakukan Sejak Masih Muda
Istimewa
Seorang model memperagakan kelupaan, pikun (penyakit dementia). 

TRIBUNNEWS.COM - Dengan semakin bertambahnya usia, tak dapat dipungkiri banyak hal yang berubah dari kita.

Yang paling jelas, selain fisik, ingatan bakal semakin memudar dan menghilang, untuk kemudian menjadi pikun.

Pikun rupanya bisa diatasi dan dihindari sedari dini dengan cara yang sederhana. 

Dilansir dari The Health Site, diketahui bahwa tidur dalam jumlah yang cukup setiap malam serta selalu ceria setiap hari dapat membantu ingatan tetap tajam bahkan setelah tua.

Baca: Tips Mencegah Gigi Berlubang dan Memulihkan Kerusakan Gigi

Baca: Pernah Menguap Berkali-kali Tapi Tidak Mengantuk? Bisa Jadi Anda Punya Masalah Kesehatan

Baca: Pikiran dan Hatinya Kalut di Penjara, Bagaimana Kriss Hatta Menghibur Dirinya?

Penelitian tersebut juga menyebutkan, kualitas tidur yang buruk dan perasaan depresi berhubungan dengan menurunnya ingatan seseorang terhadap masa lalu.

Hasil temuan ini dipublikasikan pada jurnal International Neuropsychological Society. Peneliti menemukan hubungan yang sangat kuat antara memori kerja terhadap tiga faktor yang berhubungan dengan kesehatan seperti tidur, usia, dan mood depresi.

Memori kerja merupakan bagian dari memori jangka singkat yang disimpan untuk sementara. Bagian ini juga mengatur informasi yang dibutuhkan untuk tugas kognitif seperti belajar, bernalar, dan memahami.

Memori kerja memiliki hubungan penting pada banyak fungsi kognitif tingkat tinggi termasuk kecerdasan, pemecahan masalah secara kreatif, bahasa, dan perencanaan tindakan.

Hal ini memainkan peran penting pada bagaimana kita memproses, menggunakan, atau mengingat informasi.

Penelitian ini menemukan bahwa usia secara negatif berhubungan dengan aspek kualitatif dari memori kerja ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Willem Jonata
Sumber: Grid.ID
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas