Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Offroad Ditlantas Polda Sulteng Lintasi Kawasan Likuifaksi, Warga Palu Protes Keras

Offroad Adventure Millineal 2019 yang digelar Ditlantas Polda Sulteng membuat warga Balaroa dan Petobo, Palu geram karena melintasi kawasan likuifaksi

Offroad Ditlantas Polda Sulteng Lintasi Kawasan Likuifaksi, Warga Palu Protes Keras
TRIBUNNEWS.COM/Kolonel Sus Taibur Rahman
Prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Penanggulangan Bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi Palu, Sigi dan Donggala mengerahkan sejumlah Alat Berat dari Satuan Zeni Tempur (Zipur) TNI AD dibantu instansi lainnya untuk meratakan daerah yang terkena dampak likuifaksi di Balaroa, Sulawesi Tengah, Senin (22/10/2018). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI/Kolonel Sus Taibur Rahman 

Offroad Adventure Millineal 2019 yang digelar Ditlantas Polda Sulteng membuat warga Balaroa dan Petobo, Palu geram karena melintasi kawasan likuifaksi

TRIBUNNEWS.COM, PALU - Offroad Adventure Millineal 2019 yang digelar Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tengah membuat warga Balaroa dan Petobo, Palu geram.

Pasalnya, meski sudah mendapat penolakan keras, Polda Sulteng tetap menjadikan area likuefaksi Kelurahan Balaroa dan Petobo sebagai rute lomba.

Penolakan tersebut disampaikan melalui Forum Warga Korban Likuifaksi Petobo dan Warga Korban Likuifaksi Balaroa.

Forum bersama itu mendesak pihak Polda Sulteng untuk meminta maaf secara terbuka.

Mereka beralasan, offroad yang melintasi area likuifaksi, tidak memahami perasaan korban.

Dalam pernyataan bersama tersebut, dikatakan bahwa dua kawasan tersebut merupakan lokasi kuburan massal bagi sanak saudara mereka yang ribuan jumlahnya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas