Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Aparat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Gagalkan Pengiriman Seekor Ular Berbisa

Aparat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kota Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggagalkan pengiriman seekor ular berbisa d

Aparat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Gagalkan Pengiriman Seekor Ular Berbisa
Tribunnews, Iman Suryanto
para penumpang citilink tengh mengantri untuk mendapatkan makanan ringan dari manajemen citilink di bandara minangkabau, padang, sumbar 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Aparat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kota Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggagalkan pengiriman seekor ular berbisa dalam kotak plastik pada Kamis (11/4/2019).

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Joni Anwar melalui Humas Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Hapsah saat dikonfirmasi TribunPadang, Jumat (12/4/2019) menyebutkan seekor ular yang, termasuk dalam jenis sangat berbisa.

Menurutnya, ular tersebut dan mematikan di lndonesia jenis Indonesian Pit Viper telah diamankan.

 

"Aparat yang mengamankan ular ini dilakukan oleh Petugas Paramedik Veteriner Barantan Kelas I Padang, Yendrizal. Saat itu ia yang bertugas di Bandara Internasional Minangkabau, Kota Padang Pariaman," kata Joni Anwar.

Ia mengatakan pihak petugas berhasil mengamankan satu jenis ular yang sangat berbisa sekitar pukul 19.30 WIB.

Ia mengatakan kalau sebelumnya petugas sudah mencurigai adanya sesuatu dalam kemasan kardus yang dikirim oleh salah satu ekspedisi tersebut.

 
"Kecurigaan petugas bermula dari informasi yang didapat dari Petugas Aviation Security yang sedang bertugas mengecek barang melalui X-ray di gudang cargo BIM, pada Kamis malam tersebut," katanya.

Ia menjelaskan, kecurigaan itu membuatnya untuk membuka kotak kemasan bertuliskan snack keripik rendang, namun ternyata ada ular di dalamnya.

"Ular itu cukup besar, diperkirakan panjangnya sekitar 40-50 cm. Dan, dilakukan pemeriksaan terhadap ular itu, hingga diketahui jenis ular yang berbisa," katanya.

Ia mengatakan, ular ini disebut Indonesian Pit Viper (trimeresur us insularis, non appendix atau tidak dilindungi tetapi berbisa).

"Karena tidak memenuhi persyaratan sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 1992, yaitu tanpa dilengkapi dengan sertifikat kesehatan (health certificate) dari daerah asal ular. Selain itu, pemilik tidak melaporkan atau menyerahkan kepada petugas karantina, terpaksa ular tersebut kami tahan dulu," ungkap Joni.

Ia mengatakan, kalau saat ini ular diamankan di Kantor Barantan Padang di BIM Padang Pariaman. Dan, selanjutnya pemilik ular diminta menanggapi terkait kepemilikan ular. Karena kalau tidak, maka akan dikirim ke kebun Binatang.

"Biasanya pemilik tidak akan merespon, dan kami sudah konfirmasi kepada ekspedisi. Dan, biasanya pengirim dan penerima sudah tidak bisa dihubungi," kata Joni.

BACA SELENGKAPNYA>>>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Gigih
Sumber: Tribun Padang
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas