Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

3 Tahun Jokowi JK

Capaian Unik Pemerintahan Jokowi-JK, Pecahkan Rekor Status Layak Investasi

Dalam kurun waktu tiga tahun pemerintahnya berjalan, Presiden Jokowi-JK mendapatkan sebuah capaian menarik.

Capaian Unik Pemerintahan Jokowi-JK, Pecahkan Rekor Status Layak Investasi
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/Laily Rachev/Setp

Dalam kurun waktu tiga tahun pemerintahnya berjalan, Presiden Jokowi-JK mendapatkan sebuah capaian menarik yang datang dari indikator perekonomian nasional.

Pencapaian itu adalah pemerintahan Jokowi-JK berhasil meyakinkan tiga lembaga pemeringkat internasional untuk memberikan peringkat layak investasi kepada Indonesia. Tiga lembaga pemeringkat utama dunia yang memberikan peringkat layak investasi kepada Indonesia yaitu Fitch Ratings, dan Moody's, dan Standard and Poor's (S&P).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan capaian tersebut layak dibanggakan. Sebab, hal itu merupakan yang pertama setelah 20 tahun silam.

"Ini capaian yang luar biasa bagi saya dan ini baru pertama setelah 20 tahun, setelah krisis 1998," ujar Thomas di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Thomas menilai capaian peringkat layak investasi luar biasa karena selama 19 tahun skala ekonomi Indonesia naik 3 kali lipat dan banyak perkembang pesat. Namun, segala capaian itu tidak pernah dianggap cukup bagi tiga pemeringkat internasional tersebut memberikan peringkat layak investasi kepada Indonesia. Baru kini, akhirnya mereka memberikan peringkat layak investasi ini pada Indonesia.

Di sisi lain, Thomas juga menilai bahwa capaian layak investasi patut dibanggakan karena S&P justru menurunkan peringkat investasi AS pada 5 tahun lalu sementara itu Moody's menurunkan peringkat investasi China tahun ini.

"Jadi mereka adalah lembaga internasional yang sangat kuat dan bahwa peringkat Indonesia bisa naik maka itu capaian yang sangat baik," ungkap Thomas. (*)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas