Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Implementasi Smart City Majukan Taraf Kehidupan Masyarakat

Pemanfaatan implementasi Smart City menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara hanya bisa berlangsung dengan adanya tiga faktor.

Implementasi Smart City Majukan Taraf Kehidupan Masyarakat
dok. Kominfo
Rudiantara pada Acara Smart Nation 2016 di Jakarta, Selasa (29/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM - Implementasi Smart City akan dapat mendorong masyarakat lebih aktif menggunakan TIK dan lebih maju dalam taraf kehidupannya.

Namun demikan, pemanfaatan implementasi Smart City menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara hanya bisa berlangsung dengan adanya tiga faktor.

”Smart City tidak akan berjalan jika tidak ada tiga faktor, yang pertama infrastruktur, yang kedua adalah ruang fiskal dan yang ketiga, proses bisnis. Ketiga faktor itu berjalan bersamaan," katanya dalam Acara Smart Nation 2016 di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Menurut Rudiantara, jika kabupaten atau kota yang ruang fiskalnya sempit ada maka tidak akan dapat berbuat apa-apa,

"Jangankan mau mengemangkan smart city akan sangat susah, namun juga harus dibarengi dengan infrastruktur," tuturnya.

Rudiantara mengatakan saat ini Kominfo sedang menggiatkan infrastruktur broadband dimana dari 514 wilayah kabupaten/Kotamadya telah dibangun 400 kabupaten dan kotamadya.

Tersisa 114, dan sisanya akan dibangun dengan Palapa Ring yang terbagi dalam pala ring Barat, Tengah dan Timur.

"Dengan adanya palapa ring barat, tengah dan timur diharapkan pulau pulau kecil sudah dapat memakai hp dengan sinyal yang baik," kata Menteri Kominfo seraya mengemukakan bahwa TIK harus jadi enabler pertumbuhan ekonomi.

Dalam acara itu digelar pula Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2016 untuk kedua kalinya.

Penghargaan itu ditujukan untuk memberi apresiasi kepada daerah-daerah dengan raihan nilai indeks tertinggi pada Indonesia Smart Nation Index 2016 (Indeks Daerah Pintar 2016).

Indeks tersebut diterbitkan oleh Citiasia Center for Smart Nation dan mengukur kondisi seluruh daerah di Indonesia (34 provinsi, 412 kabupaten, dan 93 kota) berdasarkan data terpublikasi dari berbagai sumber (data kementerian/lembaga, statistik wilayah seluruh Indonesia, web resmi Pemda) serta analisis 72 media cetak nasional dan lokal serta 100 media online.

Indonesia Smart Nation Index sendiri tersusun dari indeks kesiapan menuju daerah pintar (Smart Readiness Index) dan indeks kinerja daerah pintar (Smart Region Index).

Menurut Founder dan Chairman Citiasia Cahyana Ahmadjayadi, studi ini memiliki kelebihan dibandingkan studi pemeringkatan daerah lainnya karena telah memanfaatkan metode big data analytics yang dikembangkan oleh Citiasia, Inc. yang disebut Big CAT (Citiasia Tools for Big Data Analytic).

Alat ini memungkinkan diolahnya data yang berskala masif dan beragam secara cepat dan akurat.

"Tujuan dari disusunnya indeks ini adalah untuk menjadi salah satu acuan kondisi daerah-daerah untuk menuju Indonesia Smart Nation. Sedangkan manfaat bagi daerah adalah sebagai alat ukur untuk melakukan inovasi-inovasi dalam pembangunan di daerahnya agar dapat menjadi daerah pintar (Smart Region)," kata Cahyana

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan bagi Daerah yang dianggap unggul dan layak disebut smart city.

1. Kabupaten Besar (Populasi > 1 juta)

Bandung, Bekasi, Bogor, Sidoarjo, Tangerang.

2. Kota Besar (Populasi >800 ribu)

Bandung, Bekasi, Denpasar, Semarang, Surabaya.

3. Provinsi Besar (Populasi >5 juta)

Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara.

4. Kabupaten Menengah (Populasi 300 ribu-1 juta)

Badung, Boyolali, Garut, Gunung Kidul, Malang.

5. Kota Menengah (Populasi 200-800 ribu)

Balikpapan, Cirebon, Manado, Surakarta, Yogyakarta.

6. Provinsi Menengah (Populasi 2- 5 juta)

Bali, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara.

7. Kabupaten Kecil (Populasi < 300 ribu)

Aceh Tenggara, Bangka, Bintan, Luwu Utara, Klungkung.

8. Kota Kecil (Populasi < 200 ribu)

Blitar, Bontang, Magelang, Salatiga, Tanjung Pinang.

9. Provinsi Kecil (Populasi < 2 juta)

Bangka Belitung, Bengkulu, Gorontalo, Kepulauan Riau, Maluku.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Advertorial
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas