Tribunnews.com

Menjajal Paralayang di Gunung Lingga Sumedang

Minggu, 3 Juli 2011 18:43 WIB
Menjajal Paralayang di Gunung Lingga Sumedang
TRIBUN JABAR
Paralayang di Gunung Lingga Sumedang Jawa Barat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Deddi Rustandi

TRIBUNNEWS.COM - Anda punya hobi olahraga ektrim Paralayang? Bersiaplah menemukan tempat baru untuk berolahraga yang memacu adrenalin itu di Sumedang Jawa Barat.

Jika sebelumnya para pehobi olahraga paralayang ini melayang di Kampung Toga, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan yang hanya berjarak 3 km dari Alun-alun Sumedang, kini lokasinya makin dekat.

"Lupakan Kampung Toga. Kini kami punya tempat baru yang jauh lebih menantang dan bisa terbang sejauh 45 km dengan durasi sampai tiga jam," kata Aries Pribaya penggiat Paralayang yang juga Ketua PLGI Sumedang usai menjajal kawasan baru bersama wartawan Tribun, Minggu (3/7/2011).

Di Kampung Toga itu sudah ditinggalkan para hobis paralayang karena sudah tak ada tempat untuk landing. "Landing Area sudah dijadikan perumahan sehingga sudah tak dipakai lagi untuk terbang," kata Aries.

Kawasan baru untuk paralayang itu ada di Gunung Lingga persisnya di blok Batu Dua, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu. Di ketinggian 930 meter diatas permukaan laut (dpl) dengan titik koordinat  S06'54'03'.9"-E108'01'15.9" menawarkan pesona alam yang luar biasa.

"Kalau panorama jangan ditanya sudah sangat indah. Lokasinya juga bisa dijangkau kendaraan bahkan mobil bisa sampai ke titik penerbangan," kata Aries.

Ia menyebutkan tempat paralayang di daerah lain itu sangat jauh dan sulit dijangkau kendaraan. "Bahkan harus jalan kaki belasan kilometer untuk sampai ke titik penerbangan. Di Batu Dua Gunung Lingga itu hanya berjarak 4 km dari jalan raya Sumedang-Wado atau 25 km dari Sumedang kota," kata Aries.

Menurutnya, thermal atau panas kawasan juga sangat memungkinkana untuk terbang lebih tinggi sampai diatas 1000 meter dpl. "Makanya bisa terbang sampai tiga jam dengan jarak mencapai 45 km, hembusan angin juga membuat bisa bermanuver serta untuk landing banyak pilihan," kata Aries.

Ia mengaku untuk landing itu ada areal persawahan yang jaraknya hanya 50 meter dari jalan raya Sumedang-Wado persisnya di Kampung Bakom, Desa Linggajaya. "Kawasan untuk landing sudah ada dan harus dibebaskan. Saya menyurati Bupati Don Murdono tentang lokasi paralayang dan meminta ada pembebasan lahan untuk landing," kata Aries.

Untuk landing saat ini banyak pilihan dan terhampar areal persawahan. "Untuk paralayang cross country itu banyak pilihan untul landing, terhampar banyak sawah. Saya juga sempat landing di lapangan bola tak jauh dari Alun-alun Situraja," katanya.

Kawasan Batu Dua tak jauh dari situs Prabu Tadjimalela di Gunung Lingga. Untuk naik ke Batu Dua yang kini menjadi objek wisata dan dikelola kelompok pemuda disana bisa ditempuh dengan naik motor atau mobil tapi jangan sedan. Kendaraan masuk di pertigaan Corenda, Desa Linggjaya dan menyusuri jalan desa yang sudah beraspal. Tapi di beberapa titik banyak jalan yang rusak. Jalan beraspal hanya sampai ke blok Panurasam yang bakal menjadi daerah translok korban bencana Ciangsi dan saat ini sedang dibangun.

Dari kawasan ini, jalan menanjak tajam dan berkelok mengkikuti kontur tanah dengan landasan yang sudah diperkeras dengan batu. Pemandangan ditawarkan di kawasan yang memiliki ketinggian 900 meter dpl ini. Di daerah ini juga banyak berjejer warung sampai ke Batu Dua.

"Kendaraan bisa diparkir di warung-warung di Batu Dua dan untuk terbang itu harus berjalan 100 meter," kata Aries.

Temuan tempat baru paralayang di Sumedang ini mendapar respon luar biasa dari penggiat olahraga ektrim. "Banyak yang ingin menjajal tempat baru itu setelah saya menginformasikan di dinding facebook. Rencananya, Bucek Deef, artis yang juga penggemar adventur akan menjajal Batu Dua," kata Aries.

Warga di lokasi penerbangan dan juga saat paralayang landing banyak yang kaget. Saat turun paralayang terbang rendah dan mendarat warga Linggajaya sudah keluar rumah. "Saya kaget tadi dikabari ada parasut yang mendarat di sawah. Bahkan anak say asampai ditinggal di rumah," kata beberapa kaum ibu sambil tersipu.
 

1 Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved