Tribunnews.com

Mendikbud Berhenti Delapan Kali Naik Puncak Gunung Padang

Kamis, 6 Juni 2013 18:53 WIB
Mendikbud Berhenti Delapan Kali Naik Puncak Gunung Padang
TRIBUN JABAR/ Teuku Muh. Guci Syaifudin
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, M Nuh menyambangi situs megalitikum Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Kamis (6/6/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, M Nuh, menyambangi situs megalitikum Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Kamis (6/6/2013).

Orang yang sempat mendatangi kantor Komisi Pemberantans Korupsi (KPK) seminggu yang lalu ini sempat menyampaikan kekagumannya terhadap alam yang ada di sekitarnya Gunung Padang. Ketika menaiki anak tangga menuju puncak, ia pun sempat berhenti untuk melihat pemandangan sekitar.

"Sambil melihat pemandangan sekitar sebaiknya semua harus tarik napas dulu," kata Nuh sambil tertawa ketika menaikki ratusan anak tangga menuju puncak Gunung Padang. Setidaknya sebanyak delapan kali Nuh berhenti di anak tangga hingga pada akhirnya sampai ke teras satu Gunung Padang.

Kedatangan M Nuh ke gunung padang memang untuk pertama kalinya sejak menjabat menjadi Mendikbud RI. Ia sengaja datang untuk melihat kondisi dan situasi gunung padang yang sebenarnya setelah melakukan pertemuan dengan lintas kementerian dan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Akhirnya saya bisa berkunjung ke situs ini setelah selama ini hanya mendengar dan melihat presentasi yang dilakukan tim peneliti beberapa waktu lalu. Kedatangan saya ke sini tentunya untuk memastikan apa yang disajikan dalam presentasi sama atau tidak," kata Nuh sembari tertawa lagi.

Dikatakan Nuh, sebagai leading sector persoalan Gunung Padang, pihaknya akan melakukan beberapa langkah untuk melestarikan Gunung Padang. Diakuinya, langkah-langkah tersebut merupakan tindaklanjut dari perintah SBY sekaligus untuk menyelesaikan penelitian yang sempat terhenti lantaran munculnya pro dam kontra tentang eskavasi secara besar-besaran.

"Kami akan melakukan dan mempersiapkan beberapa tahapan, yakni melakukan penyelamatan situs, menyiapkan sumber daya manusia dan anggaran yang diperlukan untuk membantu serta mendukung secara penuh tim Terpadu Penelitian Mandiri Situs Gunung Padang," kata Nuh menjawab pertanyaan Tribun.

Nuh pun berharap, hasil dari penungkapan misteri Gunung Padang yang akan dikupas secara ilmiah nanti bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat Indonesia. Menurutnya, tiga hal yang bermanfaat yang didapat situs tersebut setelah dilakukan penelitian lebih lanjut.

"Semua masyarakat Indonesia bisa tahu peradaban bangsanya, sebagai pembelajaran nanti untuk para pelajar, dan yang terpenting meningkatkan kesejahteraan. Sebab situs ini sangat menajubkan dan sangat luar biasa," kata Nuh.

Lebih lanjut, kata Nuh, pihaknya pun akan melibatkan berbagai intansi. Badan Pertanahan Nasional, misalnya, untuk mengurus persoalan pembebasan tanah. Selain itu, lanjut Nuh, pihak Kementerian Pekerjaan Umum juga harus terlibat terkait dengan infrastruktur. Belum lagi pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia terkait dengan kepariwisataan.

"Semuanya harus ditata rapi agar situs tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. Tapi selain memiliki potensi edukasi, di sekililingnya bisa dimanfaatkan sebagai daerah wisata. Banyak pihak yang perlu dilibatkan dalam hal ini. Yang terpenting tujuan ini untuk Indonesia," kata Nuh. (cis)

0 Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved