Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Berdandan Jas dan Dasi, Penjual Tahu Keliling Ini Jadi Idola Plus Omsetnya pun Meledak

Meski ada ungkapan 'jangan menilai buku dari sampulnya', tetap saja 'sampul' ini penting karena pasti bisa menarik perhatian orang lain.

Berdandan Jas dan Dasi, Penjual Tahu Keliling Ini Jadi Idola Plus Omsetnya pun Meledak
Hikam
Hikam, penjual tahu keliling yang memakai jas dan dasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penampilan biasanya selalu menjadi hal pertama yang diperhatikan dari seseorang.

Meski ada ungkapan 'jangan menilai buku dari sampulnya', tetap saja 'sampul' ini penting karena pasti bisa menarik perhatian orang lain.

Tak heran bagi para pekerja di dunia bisnis, terutama marketing yang harus bertemu banyak orang, penampilan menjadi aspek yang penting.

Hal ini pula yang diyakini oleh Hikam Abdul Manan, seorang penjual tahukeju keliling yang menarik perhatian karena penampilannya.

Bayangkan saja, Hikam berjualan tahu memakai setelan profesional dengan kemeja, dasi, celana kain, jas dan sepatu pantofel. Tak jarang pula Hikam memakai kacamata hitam untuk menunjang penampilannya.

Berkat penampilannya ini, ia terlihat rapi dan menarik perhatian pembeli, terutama dari para 'emak-emak' alias ibu-ibu yang menjadi pelanggannya.

Dihubungi oleh Intisari, Hikam bercerita tentang awal mulai ia berpakaian seperti ini.

Dulu sebelum keliling, pemuda 19 tahun asal Bandung ini berjualan menetap di pasar Bojong Gede, Bogor.

Ia berjualan di pasar hampir dua tahun, tapi omzet penjualannya dirasa masih kurang besar.

Hikam melihat potensi dari berjualan keliling dan akhirnya ia jualan keliling.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Intisari
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas