Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Jangan Anggap Remeh Patah hati, Apabila Gagal Mengatasinya Bisa Berakibat Kematian

Patah hati pernah dialami hampir semua oranmg. Umumnya karena masalah asmara. Misalnya, gagal melanjutkan hubungan karena berbagai macam hal.

Jangan Anggap Remeh Patah hati, Apabila Gagal Mengatasinya Bisa Berakibat Kematian
Quote Ambition
Ilustrasi patah hati 

TRIBUNNEWS.COM - Patah hati pernah dialami hampir semua oranmg. Umumnya karena masalah asmara. Misalnya, gagal melanjutkan hubungan karena berbagai macam hal.

Ada rasa sakit jika Anda mengalaminya. Bukan sakit secara fisik, tapi sulit dideskripsikan. Bahkan sebuah lirik lagu menuliskan 'daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi'.

Seolah menggambarkan, rasa sakit hati jauh lebih menyakitkan dari sakit gigi yang sering kali membuat kepada ikut nyut-nyutan.

Jika selama ini kita sering mendengar patah hati, tahukah Anda tentang sindrom patah hati?

Dikutip steptohealth.com, pada 1990-an seorang dokter Jepang pertama kali menerbitkan artikel ilmiah tentang sindrom patah hati. Ia menggambarkan serangkaian karakteristik klinis yang belum diketahui oleh komunitas medis lainnya.

Ketika penyakit ini terjadi, kontraksi ringan pada ventrikel kiri menyebabkan sensasi tersedak dan secara berlebihan meningkatkan adrenalin. Sindrom ini disebut juga kardiomiopati Takotsubo.

Baca: Wanita Punya Risiko Depresi Lebih Tinggi Ketimbang Pria Apabila Kerja 9 Jam Sehari

Entah kenapa sindrom ini lebih sering menyerang wanita dan akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Meskipun masih butuh banyak penemuan sains tentang penyakit ini, penting untuk mengetahui apa yang memicu dan bagaimana mencegahnya.

Berikut beberapa fakta tentang sindrom patah hati.

Lebih sering menyerang wanita, tapi bisa lebih fatal jika menyerang pria

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Willem Jonata
Sumber: Nakita
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas