Tribun Jakarta

Iswahyudi Diancam Hukuman Maksimal 12 Tahun Penjara

Minggu, 6 Mei 2012 23:51 WIB
Iswahyudi Diancam Hukuman Maksimal 12 Tahun Penjara
net
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Iswahyudi Anshar, tersangka kasus pengancaman dengan senjata api ke pegawai restoran "Corc&Screw" 19 April 2012 lalu, dipastikan mendapatkan izin memegang senjata api. Iswahyudi diperkenankan karena jabatannya sebagai seorang direktur.

Hal ini diutarakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Minggu (6/5/2012) di Mapolda Metro Jaya.

"Yang bersangkutan diperbolehkan membawa senjata api. Lantaran pekerjaanya sebagai seorang direktur di sebuah perusahaan demi membela diri," ucap Rikwanto.

Dikatakan, Iswahyudi memiliki izin kepemilikan senjata api sejak tahun 2004. Rikwanto juga mengatakan, sesuai dengan Undang-undang nomor 8 tahun 1948 tentang pendaftaran dan pemberian izin kepemilikan senjata api, ada beberapa kriteria pribadi yang bisa diberikan izin menggunakan dan memiliki senjata api.

Pihak-pihak yang diperkenankan memegang dan memiliki senjata api jelasnya, antara lain, pejabat swasta mulai dari tingkat presiden direktur, presiden komisaris, komisaris, direktur utama, dan direktur keuangan. Selain itu, pejabat pemerintah baik eksekutif maupun legislatif, TNI/Polri serta purnawirawan.

"Untuk dapat membawa senpi, seseorang harus menjalani beberapa tahapan tes. Dan hal ini juga diikuti oleh tersangka. Dia harus dites kesehatan, tes psikologi, tes menembak, dan lain sebagainya," ungkap Rikwanto.

Atas perbuatannya, kini Iswahyudi menjadi tersangka dan ditahan di Mapolda Metro Jaya. Iswahyudi di tangkap kepolisian di kuningan Jakarta Selatan Jumat (4/5/2012) malam.

Iswahyudi dijerat dengan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, pasal 368 KUHP tentang pengancaman, dan Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951. Ancaman hukumannya sampai 12 tahun penjara.

© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved