Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Motif Febri Mengaku Anak Jenderal Diselidiki

Motif Febri Suhartoni(18)mengaku sebagai anak jenderal saat memaksa masuk jalur bus Transjakarta yang dipalang petugas, masih misteri.

Motif Febri Mengaku Anak Jenderal Diselidiki
Wartakota/Budi Sam Law Malau
Devi Suhartoni (48) (kiri) orangtua Febri pengemudi Honda Jazz yang nerobos busway dan mengaku anak jenderak, menemui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto. 

Laporan Warta Kota, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Motif Febri Suhartoni (18), mahasiswa Trisakti fakultas Ekonomi, mengaku sebagai anak jenderal saat memaksa masuk jalur bus Transjakarta yang dipalang petugas, Selasa (30/7/2013) kemarin, masih misteri.

Selain itu darimana Febri mendapatkan kartu nama Kapolri Jenderal Timur Pradopo juga belum diketahui pasti.

Devi Suhartoni (43), ayah Febri mengaku belum bertemu Febri secara langsung untuk menanyakan hal itu. Ia hanya berkomunikasi melalui telepon, saat mengetahui peristiwa yang dialami anak pertamanya itu.

"Dia mengaku, kalau dia yang berbuat itu. Saya malu dan kecewa dengan sikapnya. Dia belum beritahu saya apa motifnya mengaku anak jenderal dan dapat darimana kartu nama itu," papar Devi usai bertemu Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/7/2013).

Devi turun tangan atas ulah anaknya, yang mencatut nama Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Petani dan pengusaha karet asal Balikpapan, Kalimantan Timur itu mengaku tidak kenal dengan Kapolri dan tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Kapolri. Karenanya ia tak tahu dari mana anaknya bisa dapat kartu nama Kapolri dan akan menanyakan kepada Febri dari mana ia mendapat kartu nama Kapolri.

"Febri bukan anak jenderal. Dia anak saya. Anak petani karet," kata Devi.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto, Rabu (31/7/2013) mengatakan pihaknya masih menelusuri motif Febri mengeluarkan kartu nama jenderal kepada petugas BLU Transjakarta agar membuka portal busway.

"Apakah hanya untuk menakut-nakuti, kami sedang telusuri," kata Agus di Mabes Polri.

Menurut Agus pihaknya berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menyelidiki motif Febri itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas