Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Retas Alamat Email, WN Nigeria Diciduk Polisi

Perusahaan penyedia bulu mata palsu itu melaporkan adanya penipuan hingga perusahaan merugi Rp4 miliar.

Retas Alamat Email, WN Nigeria Diciduk Polisi
rawstory.com
Hacker. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengamankan tiga penipu dengan modus meretas alamat surat elektronik atau email. Ketiga orang pelaku itu yaitu berinisial GCI, dan dua warga negara Nigeria, NUM dan ASI.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan PT TPAP, yang berkantor di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2014. Perusahaan penyedia bulu mata palsu itu melaporkan adanya penipuan hingga perusahaan merugi Rp4 miliar.

Dalam beraksi komplotan itu menyasar perusahaan besar. Melalui email, para penipu meminta korban mengirim uang pembayaran ke nomor rekening baru karena ada perubahan. Akibatnya, korban menelan kerugian sampai miliaran rupiah.

Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hilarius Duha mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan dan pengembangn dengan kerja sama pihak lainnya, sekitar tiga bulan terungkap juga.

"Tiga pelaku kami tangkap di dua tempat berbeda. Tersangka melakukan hack ke email korban (perusahaan,-red). Dengan email itu, pelaku meminta pengiriman uang ke rekening baru," ujar Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hilarius Duha, Jumat (23/1/2015).

AKBP Hilarius Duha menjelaskan PT TPAP ini sudah bertransaksi beberapa kali dengan TC Shop Inc. Mereka melakukan konfirmasi melalui email. Awalnya transaksi berjalan lancar.

Pada 28 Agustus 2014 pengiriman barang sebanyak 286 karton. Kemudian, pengiriman kedua 24 September sebanyak 233 carton. Disusul 8 Oktober sebanyak 15 karton dan 28 Oktober sebanyak 17 karton.

Korban dua kali mengirim ke rekening yang ternyata milik pelaku pada 1 Oktober 2014. Yakni ke rekening bank Mandiri dan bank BNI. Setelah dikonfirmasi ternyata rekanan bisnis korban merasa tidak merubah nomor rekening. Sadar menjadi korban penipuan kasus ini dilaporkan ke polisi.

Menurut Hilarius Duha, penipuan yang dilakukan komplotan ini terlihat pada saat konfirmasi. "Saat konfirmasi soal pembayarannya baru terlihat ada penipuan," ujarnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui alamat email dan rekening palsu, polisi berhasil membekuk GCI di tempat tinggal di Bogor, Jawa Barat.

Di tempat itu, polisi melakukan pengembangan dan kembali bekuk dua pelaku warga negara Nigeria di kawasan Ciledug, Tangerang. Peran dua warga negara asing ini adalah yang menghack mencari korban.

"Ada aktor utamanya masih DPO, dia otak penipuan ini," ujarnya.

Dari tangan pelaku polisi nenyita sejumlah barang bukti. Diantaranya hamdphone, kartu ATM BCA, kartu ATM CIMB Niaga, uang tunai Rp 217 juta, dan kartu SIM. Mereka pun dikenakan pasal 378 KUHP dan Pasal 378 KUHP ayat 1 tentang Penipuan. Ancaman penjara di atas lima tahun.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Rendy Sadikin
Tags
Nigeria

Baca Juga

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas