Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Branding Jakarta Mendesak

Branding Jakarta menjadi mendesak dilakukan mengingat saat ini citra Jakarta dipersepsikan negatif, seperti kota semrawutan.

Branding Jakarta Mendesak
Istimewa
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta perlu melakukan branding kota yang dimulai dari pencarian dan
penguatan identitasnya.

Branding Jakarta menjadi mendesak dilakukan mengingat saat ini citra Jakarta dipersepsikan negatif, seperti kota semrawutan dan hal pelayanan masyarakat masih kurang.

M Rahmat Yananda CEO Makna Informasi menyatakan, persepsi negatif terbangun karena pemberitaan tentang Jakarta dengan nada yang negatif atau di media sosial.

"Semua ini membangun citra Jakarta buruk bagi Jakarta. Jadi Jakarta segera perlu melakukan branding," kata M Rahmat Yananda, Jumat (20/3/2015). Makna Informasi adalah lembaga konsultan komunikasi.

Pilihan membuat branding yang berdaya saing akan membuka ruang bagi kota melakukan positioning dan mendapatkan citra positif.

Misalnya Singapura yang diasosiasikan sebagai kota yang memiliki tata kelola yang berdaya saing menjadi lokasi kantor untuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi secara global. Karenanya, Jakarta harus banyak belajar dari kota-kota tersebut.

Ia menyebut identitas adalah sumber terpenting dalam melakukan branding kota. Identitas menjelaskan berbagai persamaan dan perbedaan kota-kota.

Persamaannya terletak pada fungsi-fungsi pelayanan yang dimiliki suatu kota seperti ekonomi, transportasi, pendidikan, keamanan dan lain-lain.

Perbedaannya terletak pada persepsi dan pemaknaan pemangku kepentingan kota terhadap fungsi tersebut.

"Makna yang hadir akan berbeda karena kualitas kinerja fungsi layanan juga berbeda. Misalnya, perbandingan fungsi layanan transportasi dan pelayanan publik antara Jakarta dan Singapura," kata Rahmat.

Rahmat juga mengingatkan, pemangku kepentingan utama dalam branding kota adalah warga.

"Walaupun branding kota meminjam perangkat pemasaran tidak berarti warga diperlakukan melulu sebagai konsumen,"
katanya.(Eko Sutriyanto)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas