Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Lift Jatuh

Cerita Bumi Suhartan: Orang-orang Saling Tertindih dan Mengerang Kesakitan

Belum sampai pintu lift tertutup rapat, tiba-tiba lift terjatuh perlahan dan terdengar suara gesekan tali lift.

Cerita Bumi Suhartan: Orang-orang Saling Tertindih dan Mengerang Kesakitan
Abdul Qodir/Tribunnews.com
Korban lift jatuh Blok M Square mendapat perawatan di RS Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (17/3/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagian internit berjatuhan, lantai keramik retak dan lampu padam sesaat lift jatuh amblas dari lantai 7 ke dasar gedung mal Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017) siang.

Lebih 20 orang di dalam lift tersebut saling tertindih dan beberapa di antaranya mengerang kesakitan pasca-benturan hebat lift dengan lantai dasar.

Begitu cerita seorang korban, Bumi Suhartan (31), saat ditemui Tribunnews.com di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017) petang.

Bumi menceritakan, mulanya ia bersama dua teman sekantor baru melaksanakan Salat Jumat di lantai 7 gedung mal ternama tersebut.

Hampir 50 jemaah sudah mengantre di depan lift. Ia dan dua temannya beranjak jalan kaki turun ke lantai 6 dengan harapan bisa lebih dulu memasuki lift untuk turun ke lantai dasar.

Benar saja, sudah ada sekitar 20 orang berada di dalam lift saat ia masuk ke dalam lift tersebut dari lantai 6.

Dan begitu lift tiba di lantai 7, ada sekitar lima orang yang tetap memaksa masuk ke dalam lift yang sudah sarat orang.

Belum sampai pintu lift tertutup rapat, tiba-tiba lift terjatuh perlahan dan terdengar suara gesekan tali lift.

Lift tersebut akhirnya jatuh amblas pada saat di posisi lantai 1 ke lantai dasar gedung.

Kejadian itu begitu cepat terjadi. Namun, Bumi sempat mendengar alarm peringatan di dalam lift yang menandakan lift telah melebihi muatan.

"20-an lebih orang yang di dalam lift pada ambruk dan saling berbenturan dan bertindihan. Teman saya luka di kaki dan lehernya sepertinya patah. Dia mengerang kesakitan, yang lainnya juga pada kesakitan karena pada terluka dan patah. Yang lain pada berteriak takbir. Lampu di lift mati setelah benturan," ucap Bumi yang tengah terbaring di atas tempat perawatan dengan kaki dibalut papan penopang.

Bumi mengaku masih tersadar kendati benturan lift ke dasar gedung membuat engkel kaki kirinya patah. Ia berusaha merangkak sembari meminta pertolongan pengunjung mal yang berada di luar lift.

"Engkel kaki saya patah dan posisinya ngampleh. Tapi, saya coba jalan pelan-pelan ke luar lift. Posisi lift di antara dua lantai. Jadinya, kami-kami yang didalam ditarik dari luar dengan pelan-pelan saat evakuasi," ujar pegawai PT GWS, unit Kompas Gramedia Group tersebut.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas