Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilgub DKI Jakarta

Beredar Kontrak Palsu Syariat Islam, Anies: Ini Fitnah Lagi

Aksi kampanye hitam atau black campaign masih terus ditujukan kepada pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Beredar Kontrak Palsu Syariat Islam, Anies: Ini Fitnah Lagi
Tribunnews.com/Seno
Anies Baswedan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi kampanye hitam atau black campaign masih terus ditujukan kepada pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Bahkan, beredar surat pernyataan atau akad kontrak bertandatangan palsu yang menyatakan Anies-Sandi akan menggunakan syariat Islam di Jakarta.

Namun surat atau akad kontrak berjudul Akad Kontrak - Akad Al Ittifaq itu dipastikan tidak benar.

Ada pihak yang dengan sengaja menandatangani surat itu atas nama Anies dan Sandiaga. Padahal dipastikan tanda tangan itu tidak benar.

"Ini fitnah lagi, setelah fitnah-fitnah sebelumnya. Tanda tangan saya tidak seperti itu," ujar Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sabtu (18/3/2017) malam seperti disampaikan Tim Anies Sandi Media Center kepada Tribunnews.com.

Senada dengan Anies, Sandiaga juga merasa kalau nama dan tanda tangannya dicatut. Dia sendiri heran kenapa ada orang atau kelompok yang mau repot untuk membuat akad kontrak itu.

Baca: Ridwan Kamil Cagub Jabar 2018-2023 Usungan Partai NasDem

"Jelas-jelas itu bukan tanda tangan saya," kata dia.

Akad itu dipastikan hoax (kabar bohong).

"Mas Anies atau Bang Sandi tidak pernah menandatangani akad itu. Dan itu palsu," tegas Naufal Firman Yursak, Wakil Ketua Tim Media Anies Sandi.

Naufal menambahkan dengan makin sering munculnya fitnah-fitnah baru, pihaknya yakin sedang ada pihak yang panik.

"Kami makin yakin bahwa ada pihak-pihak yang sedang mengalami kepanikan yang luar biasa. Kami mengajak kepada para relawan, simpatisan dan warga untuk tetap fokus pada program kerja dan makin kerja keras memenuhi harapan warga Jakarta untuk menciptakan perubahan di ibukota," ujarnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas