Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilgub DKI Jakarta

Eva Kusuma Sundari: Keberadaan Ahok Center Itu Fitnah

Anggota DPR RI Komisi XI itu mengaku, telah mengonfirmasi ke tim Ahok tentang keberadaan Ahok Center.

Eva Kusuma Sundari: Keberadaan Ahok Center Itu Fitnah
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Eva Kusuma Sundari 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Eva Kusuma Sundari meluruskan adanya kabar terkait keberadaan Ahok Center.

Anggota DPR RI Komisi XI itu mengaku, telah mengonfirmasi ke tim Ahok tentang keberadaan Ahok Center. Menurutnya, hal itu merupakan fitnah.

"Setelah saya konfirmasi ke tim Ahok, ternyata soal di atas adalah fitnah. Ahok Center tidak pernah ada," kata Eva saat dikonfirmasi, Minggu (19/3/2017).

Menurutnya, Ahok membentuk tim kecil di Juanda, untuk menindaklanjuti pengaduan langsung warga. Seperti aduan pelajar yang kesulitan dengan uang sekolah atau merespons warga sakit.

"Tim kecil ini tidak ada nama, fungsi melekat di Ahok dan tidak mengurusi proyek, karena tugasnya mengurus warga yang sedang kesusahan (fungsi pelayanan sosial kepada warga)," kata Eva.

"Warga bingung mau panggil tim di Juanda itu apa, disebutlah oleh mereka sebagai Ahok Center. Jadi tidak ada organisasi atau yayasan yang terima dana dan CSR. Jadi aneh sampai menyebut dana triliunan, karena semata urusannya pelayanan warga dan pengurusannya hampir tidak melibatkan uang," tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mendorong DPRD DKI Jakarta sesegera mungkin meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit terhadap anggaran Yayasan Ahok Center.

Pasalnya, besaran dana yang masuk ke yayasan yang didirikan Basuki, sejak menjadi wakil gubernur DKI Jakarta, tahun 2012 lalu, dinilai sangat tidak wajar. Mengingat jumlahnya mencapai hingga triliunan Rupiah.

"Kenapa (pengembang) itu ngasihnya ke Ahok Center, dan kenapa dana CSR (corporate social responsibility, red) masuk ke Ahok Center? Ini kan penting untuk dicari tahu terlebih dahulu. Untuk mengungkap kebenaran masalah itu, lebih baik DPRD mengundang BPKP melakukan audit investigasi," kata Uchok.

Terpidana kasus perda Reklamasi, M Sanusi, juga pernah menuding Ahok mendirikan Ahok Center sejak tahun 2012. Menurutnya, yayasan tersebut kini sudah mengantongi dana hingga triliunan rupiah.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas