Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Panggil Sandiaga Uno Diduga Terseret Kasus Penggelapan

Djoni yang diwakilkan kuasa hukumnya RR Fransiska Kumalawati Susilo melaporkan Sandiaga dan Andreas Tjahyadi pada 8 Maret 2017.

Polisi Panggil Sandiaga Uno Diduga Terseret Kasus Penggelapan
Harian Warta Kota/henry lopulalan
SANDI DIPERIKSA - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno usai menjalai pemeriksaan di Polsek Tanah Abang, Jalan Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017). Sandiaga diperiksa atas laporan kasus dugaan pencemaran nama baik. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kepolisian Daerah Metro Jaya panggil Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno, Selasa (21/3/2017).

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memerlukan keterangan dari Sandiga, yang diduga terseret kasus penggelapan asset tanah atas nama Djoni Hidayat.

Djoni yang diwakilkan kuasa hukumnya RR Fransiska Kumalawati Susilo melaporkan Sandiaga dan Andreas Tjahyadi pada 8 Maret 2017.

Dalam surat laporan polisi bernomor LP/1151/III/2017/PMJ/Dit Reskrimum, Djoni menuduhkan pelapor dengan dugaan pelanggaran Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik memanggil Sandiaga pada Selasa (21/3/2017).

"Klarifikasi saja. Statusnya penyelidikan. Kan' memeriksa saksi-saksi," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Kasus ini bermula, ketika Sandiaga dan Andreas berencana menjual asset tanah PT Japirex seluas sekitar 6 ribu meter persegi yang berlokasi di jalan Curug Raya KM 3.5 Tangerang Selatan.

Di belakang tanah asset PT Japirex itu terdapat tanah seluas 3 ribu meter persegi milik Djoni Hidayat. Diketahui Djoni Hidayat juga tercatat sebagai manajemen di PT Japirex.

Tanah 3 ribu meter milik Djoni itu adalah tanah titipan dari mendiang Happy Soeryadjaya yang tak lain adalah istri pertama dari konglomerat Edward Soeryadjaya.

Sandiaga dan Andreas mengajak Djoni untuk ikut menjual tanahnya dengan iming-iming akan ada keuntungan dengan penjualan itu.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas