Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Ahok

Ahli Bahasa, Agama dan Hukum Pidana Jadi Saksi Meringankan untuk Ahok

Dalam sidang ke-15 hari ini kubu terdakwa diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk menghadirkan saksi yang meringankan.

Ahli Bahasa, Agama dan Hukum Pidana Jadi Saksi Meringankan untuk Ahok
Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Cawagub DKI petahana Djarot Saiful Hidayat bersama Cagub DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), komedian Augie Fantinus, dan Penyanyi Yosi Project Pop saat bermain basket di kediaman Augie, di Jalan Tosiga X, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (19/3/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Dalam sidang ke-15 hari ini kubu terdakwa diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk menghadirkan saksi yang meringankan.

Ada tiga saksi yang dijadwalkan hadir dalam sidang yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB pagi ini.

"Sidang ini mengajukan pemeriksaan ahli-ahli dari tim penasihat hukum," kata salah satu penasihat hukum Ahok, Humprey Djemat saat dikonfirmasi.

Ketiganya adalah saksi ahli yang didengar dalam persidangan antara lain, ahli agama Islam, ahli bahasa, serta ahli hukum pidana.

Mereka adalah KH Ahmad Ishomuddin, ahli agama Islam yang merupakan Rais Syuriah PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) Jakarta serta sebagai dosen Fakultas Syari'ah IAIN Raden Intan, Lampung.

Rahayu Surtiati, ahli bahasa yang merupakan guru besar Linguistik, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, UI, Depok. Serta C.

Djisman Samosir, ahli hukum pidana yang merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Saat ini Ahok berstatus sebagai terdakwa dalam perkara dugaan penodaan agama. Pernyataannya terkait Surat Al-Maidah Ayat 51 membawanya ke meja hijau.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas