Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ini Pengakuan Pengemudi Satu Keluarga Korban Penembakan di Lubuklinggau

Sebab, sebagaimana data STNK, seharusnya mobil tersebut berplat nomor Jakarta atau plat B dan milik sebuah yayasan.

Ini Pengakuan Pengemudi Satu Keluarga Korban Penembakan di Lubuklinggau
TRIBUNSUMSEL
Mobil yang Ditembaki Polisi di Lubuklinggau 

"Jadi, yang merasa dirinya sewaktu ada razia itu ada kesalahan, pasti akan menghindar. Tinggal cara menghindarnya. Seyogyanya kalau hanya pelanggaran tidak punya SIM atau surat kendaraan mati pajaknya atau bodong, tidak seharusnya melarikan diri sampai seekstrem seperti itu. Karena sanksinya juga paling tidak ditilang atau paling tidak kendaraannya disita. Tidak sampai seekstrem itu," ujarnya.

Diberitakan, satu keluarga terdiri tujuh orang penumpang mobil Honda City di Lubuklinggau, Sumsel diberondong peluru dari senjata serbu SS1-V2 milik Brigadir K di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Lubuklinggau Selatan II, Sumsel, pada Selasa (18/4/2017) siang.

Akibatnya, seorang penumpangnya, Surini (55), tewas. Selain itu, seorang penumpang kritis dan lima lainnya mengalami luka tembak, termasuk dua bocah berusia 3 dan 6 tahun.

Kejadian tersebut bermula saat sejumlah anggota Polres Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Timur melakukan razia di jalan.

Namun, mobil yang ditumpangi oleh keluarga tersebut kabur diduga karena pengemudi ketakutan tak mempunyai SIM dan plat nomor bermasalah.

Saat ini, Brigadir K menjalani pemeriksaan Propam Polda Sumsel dan Mabes Polri.

Selain sanksi etik, disiplin dan profesi, dugaan pelanggaran Brigadir K dalam penggunaan senjata api akan diproses secara pidana.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas