Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hari Kebangkitan Nasional

'Yang Punya Mental Mengeluh, Korupsi dan Melanggar Hukum Mari Perbaiki'

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengimbau masyarakat yang memiliki mental buruk untuk segera memperbaiki mental mereka.

'Yang Punya Mental Mengeluh, Korupsi dan Melanggar Hukum Mari Perbaiki'
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat saat memberikan sambutan dalam acara Jalan Damai Kebangsaan Lintas Agama memperingati Hari kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang digelar di Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017). TRIBUNNEWS.COM/FITRI WULANDARI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengimbau masyarakat yang memiliki mental buruk untuk segera memperbaiki mental mereka.

Ia menjelaskan, saat ini ada sebagian masyarakat yang masih memiliki mental 'mengeluh', 'korupsi', dan 'melanggar hukum'.

"Yang punya sikap mental mengeluh, korupsi, melanggar hukum, di Harkitnas ini mari kita memperbaiki mental-mental yang tidak baik itu," ujar Djarot, dalam sambutannya di acara 'Jalan Damai Kebangsaan Lintas Agama' yang digelar di Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017).

Mantan Wali Kota Blitar itu pun menginginkan seluruh pihak untuk bersatu dan meninggalkan mental buruk yang pernah mereka miliki.

Baca: Mesranya Sandiaga Uno dan Bima Arya Lari Bareng Keliling Kebun Raya Bogor

Djarot juga menyebut, meskipun masyarakat memiliki keberagaman suku, agama dan golongan, namun keberagaman itu ia anggap sesuatu yang indah.

"Kita semua ini berbeda-beda, tapi perbedaan itu indah," jelas Djarot.

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, perbedaan tersebut merupakan hal yang sebenarnya bisa menyatukan seluruh masyarakat Indonesia.

Hal tersebut ia nilai lantaran negara ini menganut dan menjunjung tinggi ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Perbedaan itu dapat menyatukan kita, karena kita ada di bawah negara ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," tegas Djarot.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas