Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Rampok Davidson, Calon Kepala Desa Dapat Jatah Rp 24 Juta untuk Modal Kampanye

DTK, seorang pelaku perampokan Davidson Tantono (31) dapat jatah Rp 24 juta. DTK menggunakan uangnya untuk berkampanye sebagai calon kepala desa.

Rampok Davidson, Calon Kepala Desa Dapat Jatah Rp 24 Juta untuk Modal Kampanye
capture video
Penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat, kembali menangkap dua tersangka perampokan yang disertai penembakan yang menewaskan Davidson Tantono di sebuah SPBU di Daan Mogot, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DTK, seorang pelaku perampokan Davidson Tantono (31) dapat jatah Rp 24 juta. DTK menggunakan uangnya untuk berkampanye sebagai calon Kepala Desa Pardasuka Selatan, Lampung.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Priyono menerangkan, komplotan perampok merampas uang Rp 350 juta dari tangan Davidson. Uangnya dibagi-bagi sesuai tingkat kesulitan peran para pelaku.

"DTK dapat Rp 24 juta," ujar Aris saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (18/6/2017).

Aris mengatakan, DTK memang pengangguran. Karena itu, DTK merampok Davidson sebagai modal. Uang yang didapat, dipergunakan DTK untuk persiapan memasuki masa kampanye.

"DTK sudah mencalonkan diri, sudah mulai kampanye, cari-cari dan kumpulin massa. Dia memang tidak ada kerjaan lagi," ucap Aris.

DTK sudah memiliki tim sukses. Untuk mengumpulkan suara, hingga kemudian terpilih, memang tak sedikit uang yang dibutuhkan.

Karena itu, DTK kepada tim suksesnya itu, berjanji menyiapkan dana dengan jumlah besar.

"Sama orang sana yang dipercaya untuk cari massa, (DTK) bilang, 'Sudah. Masalah uang gampang. Saya carikan' begitu," kata Aris.

Seperti diketahui dalam pengungkapan perampokan terhadap Davidson, polisi baru berhasil menangkap empat pelaku yakni DTK, IR, TP dan M.

Satu pelaku yakni IR, wakil kapten terpaksa ditembak mati petugas karena melawan saat hendak ditangkap di Bogor, Jawa Barat.

Hingga kini, eksekutor atau kapten yang menembak Davidson masih diburu polisi.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas