Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pengendara Motor Ngamuk Dilarang Lewat Trotoar, Djarot: Kami Bela Pejalan Kaki

Djarot Saiful Hidayat angkat bicara terkait sebuah video viral yang merekam aksi pengendara motor arogan, tidak terima saat dihentikan naik trotoar.

Pengendara Motor Ngamuk Dilarang Lewat Trotoar, Djarot: Kami Bela Pejalan Kaki
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengendara roda dua melintasi trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (24/1/2017). Minimnya kesadaran pengendara dan kurangnya pengawasan petugas membuat banyaknya pengendara melintasi trotoar pada saat macet yang tentunya membahayakan para pejalan kaki. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat angkat bicara terkait sebuah video viral yang merekam aksi pengendara motor arogan, tidak terima saat dihentikan naik trotoar.

Video dari akun Facebook Koalisi Pejalan Kaki itu memperlihatkan dua pengendara motor yang mengamuk hingga menjadi tontonan pengguna jalan.

Kepada wartawan Djarot mengatakan, pengendara motor yang berlaku demikian harus ditindak tegas.

"Kalau seperti itu, ya tindak tegas sebagai pembelajaran. Karena itu membahayakan orang lain, serta menunjukkan ego yang berlebihan dengan tidak memerhatikan orang lain, terutama pejalan kaki. Kalau seperti itu, yang kami bela ya pejalan kaki," kata Djarot kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Menurutunya, pemberian sanksi terhadap para pengemudi motor yang melewati trotoar lebih mudah menggunakan kamera Closed Circuit Television (CCTV) di trotoar.

Mantan Wali Kota Blitar ini menyebutkan, pengemudi motor yang melewati trotoar merupakan sebuah pelanggaran lalu lintas. Pasalnya, trotoar dibangun bagi pejalan kaki.

"Kalau ada CCTV-nya enak, itu melanggar banget. Ya kita tertibkan, kita kan punya lima tertib, salah satunya tertib lalu lintas. Kita bangun trotoar besar tujuannya untuk orang berjalan kaki, bukan untuk jalan motor," kata Djarot.

Pernyataan Djarot menyusul sebuah video yang viral di media sosial yang menayangkan aksi komunitas pejalan kaki yang diserang kata-kata kotor oleh pengendara motor di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Dalam video tersebut, tampak pengendara motor marah dengan aksi komunitas pejalan kaki yang menghadang pengendara motor yang masuk trotoar.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas