Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Bayi Debora Meninggal

Pemerintah Harus Perbanyak Fasilitas PICU

Debora menghembuskan nafas terakhirnya, pada 3 Oktober lalu setelah sempat ditolak Rumah Sakit Mitra Keluarga

Pemerintah Harus Perbanyak Fasilitas PICU
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia Seto Mulyadi berbicara kepada wartawan sebelum menerima perwakilan orangtua korban vaksin palsu di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Sabtu (16/7/2016). LPA Indonesia akan menyampaikan tuntutan-tuntutan korban vaksin palsu kepada pihak-pihak terkait termasuk Presiden Joko Widodo. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perlu digelar evaluasi yang menyeluruh, atas kematian bayi berumur empat bulan bernama Debora menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi.

Dengan demikian bisa diketahui letak permasalahan yang sebenarnya, dan dapat diantisipasi terulangnya kasus serupa.

Dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Seto Mulyadi, mengatakan kebijakan pemerintah terkait kesehatan yanng perlu dievaluasi jika mengacu pada kasus Debora, adalah terkait pediatric intensive care unit (PICU). Ia berhrap semakin banyak rumah sakit yang memiliki fasilitas PICU, dan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

"Betapapun tidak mudah, demi kesehatan anak-anak Indonesia, pemerintah didukung dunia usaha, tetap harus mengadakan pengadaan sarana tersebut," katanya.

Debora menghembuskan nafas terakhirnya, pada 3 Oktober lalu setelah sempat ditolak Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kaliders, Jakarta Barat.

Awalnya Debora dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, karena kesehatannya menurun. Kondisi kesehatan Debora yang menurun, membutuhkan fasilitas PICU dari rumah sakit tersebut.

Oleh pihak rumah sakit, orangtua Debora diminta membayar Rp 11 juta. Ibunda korban, Henny Silalahi, hanya menyanggupi setengahnya, dan berjanji akan melunasi pada siang hari. Setelah berjam-jam terkatung-katung karena urusan administrasi, Debora akhirnya ditolak.

Baca: Djarot: Rumah Sakit Terkadang Mendahulukan Faktor Keuntungan, Bukan Kemanusiaan

Orangtua korban kemudian membawa Debora ke Rumah Sakit Kota, Jakarta Utara. Di rumah sakit tersebut kondisi kesehatan sang bayi sudah jauh menurun, hingga akhinya Debora yang beru berumur empat bulan itu meninggal dunia.

Seto Mulyadi menganggap perlu divaluasi, penangan Debora sebelum dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga oleh orangtuanya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas