Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pasutri Dibunuh

Pasutri yang Dirampok dan Mayatnya Dibuang ke di Purbalingga Diduga Dibunuh Orang Dekatnya

"Kami dalami terus. Orang terdekat ini bisa mantan pegawai atau orang yang pernah ke rumah. Kami dalami terus," kata AKBP Lukman Cahyono

Pasutri yang Dirampok dan Mayatnya Dibuang ke di Purbalingga Diduga Dibunuh Orang Dekatnya
Istimewa
Proses pemakaman pasangan suami istri bos garmen Husni Zarkasih (57) dan Zakiyah Masrur (54) korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan di Purbalingga/Istimewa. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi menduga, pelaku pembunuh bos garmen Abang Husni Zarkasih (57) dan Zakiyah Masrur (54), warga Tanah Abang merupakan orang terdekat yang mengenal keluarga korban.

Pelaku diduga tahu persis kondisi dan suasana rumah korban.

"Kami dalami terus. Orang terdekat ini bisa mantan pegawai atau orang yang pernah ke rumah. Kami dalami terus," kata Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono saat ditemui di depan kediaman Husni, Jalan Pengairan 1, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Selasa (12/9/2017).

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian menyimpulkan, pelaku cukup paham seluk beluk rumah Husni.

"Karena dia (pelaku) paham membuka garasi, menutup, dan letak kunci pun dia tahu. Kami prediksi pelaku cukup paham dengan kondisi rumah korban," ucapnya.

Baca: Tak Ada Peminat, Waskita Tunda Divestasi 10 Ruas Tol

Warga sekitar menduga apabila mantan sopir korban berinisial Z (38) patut dicurigai melakukan pembunuhan.

Menanggapi hal tersebut, Lukman belum bisa memastikannya. Namun ia membenarkan ada sejumlah karyawan yang diberhentikan oleh Husni.

Baca: Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, Bogor Diguyur Hujan

"Kami belum bisa pastikan, yang pasti memang ada karyawan korban yang diberhentikan. Informasi belum fokus. Masih kami kumpulkan keterangan dari tetangga dan orang yang sempat salat maghrib bersama korban. Semuanya kami periksa," tutur Lukman.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas