Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Rizieq Shihab dan Firza

Eggi Sudjana Sebut Habib Rizieq Lebih Baik Dihina Ketimbang Pulang Ke Tanah Air Terjadi Kerusuhan

"Intinya beliau tidak ingin ada setetes darah pun yang tumpah jika seandainya beliau ditangkap,"

Eggi Sudjana Sebut Habib Rizieq Lebih Baik Dihina Ketimbang Pulang Ke Tanah Air Terjadi Kerusuhan
Wartakota/ Feryanto Hadi
Eggi Sudjana 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eggi Sudjana menggelar jumpa pers usai kepulangannya dari Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji.

Kepada pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Eggi menyampaikan sejumlah pesan Habib Rizieq Shihab.

Eggi memastikan Rizieq tidak akan pulang ke Indonesia sebelum tuduhan yang dialamatkan terhadapnya, tentang skandal chat sex dengan Firza Husein, dihentikan.

Baca: Tatapan Berbuntut Peganiayaan Terhadap Tukang Jahit

Sebab, ia memastikan tuduhan itu hoax dan sarat kepentingan dalam rangka menjatuhkan nama baik Habib Rizieq yang sebelumnya memimpin sejumlah aksi jutaan umat Islam.

Eggi menyebut, kliennya memutuskan tidak kembali ke Indonesia semenjak kasus itu mencuat, karena sejumlah alasan dan pertimbangan.

Baca: Bantah Tidak Kooperatif, Bos First Travel Bingung Asetnya Hilang Kemana

Bahkan, Rizieq berusaha menghadapi segala bentuk hujatan, cacian, dan sejumlah ujaran kebencian dari kelompok-kelompok yang tidak menyukainya, ketimbang dia kembali ke Indonesia dan membuat situasi menjadi lebih buruk.

"Dalam kondisi sekarang, saya terharu dengan apa yang beliau ucapkan. Beliau bilang 'saya lebih baik dihina seperti ini, dikatakan melarikan diri, ketimbang saya sok gagah-gagahan balik ke Indonesia kemudian ditangkap dan terjadi kerusuhan'," ucap Eggi menirukan kata-kata Rizieq.

"Intinya beliau tidak ingin ada setetes darah pun yang tumpah jika seandainya beliau ditangkap," tambah Eggi.

Baca: Bos First Travel Diperiksa Bareskrim Bersama Dua Karyawannya

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas