Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Reklamasi Teluk Jakarta

Pemerintah Pastikan Proyek Reklamasi di Jakarta Utara Tetap Berlanjut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan proyek reklamasi di utara Jakarta akan terus berlanjut.

Pemerintah Pastikan Proyek Reklamasi di Jakarta Utara Tetap Berlanjut
TOTOK WIJAYANTO/Kompas
Pengerjaan proyek pembangunan permukiman, perkantoran, dan kawasan niaga, di pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Sabtu (12/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan proyek reklamasi di utara Jakarta akan terus berlanjut.

Luhut menjelaskan pembahasan untuk Pulau C dan Pulau D sudah selesai, jadi diharapkan pengembangan bisa dilakukan secepatnya.

"Setelah berlarut minggu lalu kita rapat, itu C dan D sudah selesai. Semua persyaratan pengembang yang diminta KLH ada 11 titik sudah dipenuhi, jadi tidak ada alasan berlama-lama," ungkap Luhut saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2017).

Sedangkan untuk Pulau G kini tengah memasuki tahapan akhir, yang ditargetkan akan selesai pekan depan.

"Mengenai Pulau G lagi difinaliasi, kita berharap minggu depan selesai. Sehingga, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengeluarkan atau tidak membolehkan proses disana. Konsep secara menyeluruh sudah disajikan, dan tidak ada yang bisa challenge kita," ungkap Luhut.

Baca: Jepang Temui Pejabat Kemenlu Korut di Swiss Layangkan Protes Peluncuran Rudal

Proyek reklamasi disebutkan Luhut akan memakan biaya hingga Rp 77,8 triliun, yang dipastikan untuk membangun tanggul laut raksasa atau giant sea wall.

Sementara pembangunan bendungan pertama sepanjang 20,1 km telah dilakukan untuk menghindari penurunan tanah di Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun akan mendapat 15 persen dari nilai proyek tersebut.

"Giant sea wall harus dibangun karena akan dapat masalah Jakarta kalau tidak. Sedangkan bendungan pertama sudah mulai dibangun 20,1 km. Karena sudah tidak bisa ditunda lagi, kalau ditunda penurunan Jakarta akan terus berlanjut," kata Luhut.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas