Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Wabah Difteri

Orangtua Antivaksinasi, Anaknya Meninggal Gara-gara Difteri

'Difteri disebabkan infeksi bakteri. Gejalanya ya batuk, pusing, dan mual. Umumnya bakteri itu menyerang...'

Orangtua Antivaksinasi, Anaknya Meninggal Gara-gara Difteri
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Seorang murid ketakutan ketika petugas medis memberikan suntikan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) di SDN Bawakaraeng 3, jl Gunung bawakaraeng, Makassar, Sulsel, Rabu (15/10). Kegiatan imunisasi itu merupakan bagian dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) guna memberikan perlindungan bagi anak-anak usia sekolah dasar terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Berjangkitnya penyakit difteri di Tangerang mulai memakan korban.

Seorang pasien pengidap difteri dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (7/12) di RSUD Kabupaten Tangerang.

Sebelumnya, bocah tersebut sempat mendapatkan perawatan di ruang khusus.

"Ada satu orang yang meninggal dunia karena penyakit difteri. Pasien yang meninggal atas nama Rustam berusia 6 tahun," kata Staf Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Lilik, kepada Warta Kota, Kamis (7/12).

Baca: Menteri Susi Jewer Denny Siregar dan Netizen Gara-gara Namanya Diseret dalam Percakapan ini

Seperti diketahui wabah difteri ini sudah termasuk kejadian luar biasa (KLB) di Tangerang.

Difteri merupakan penyakit yang menular dan berpotensi mengancam jiwa.

Rustam beralamatkan di Kampung Rawajati RT 01/RW 15 Rawa Rengas, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Lilik menyebut pihaknya sudah memberikan pelayanan semaksimal mungkin terhadap pasien itu.

"Kami langsung memberikan pelayanan dan diisolasi di ruangan khusus. Tapi nyawanya tidak terselamatkan," kata Lilik.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas