Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Gubernur Baru Jakarta

Sandiaga: Kalau Ada Swasta Mau Bangun LRT, Kami Harus Kaji

Ia menjelaskan hal tersebut usai menghadiri rapat bersama Menteri BUMN Rini Soemarno.

Sandiaga: Kalau Ada Swasta Mau Bangun LRT, Kami Harus Kaji
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Proyek LRT (light rapid transit) Cawang-Dukuh Atas di Kawasan Jalan HR RAsuna Said, Jakarta Selatan, terus dikebut, Selasa (26/12/2017). Proyek tersebut rencanya akan terus berlangsung hingga 2018 mendatang. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM,  JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pemprov DKI bersama Kementerian BUMN RI dan Kementerian Perhubungan RI akan melakukan pengkajian terhadap pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta.

Ia menjelaskan hal tersebut usai menghadiri rapat bersama Menteri BUMN Rini Soemarno.

Kajian tersebut harus dilakukan untuk mengetahui potensi pembangunan LRT yang menggunakan dana dari perusahaan swasta itu.

"Kalau misalnya ada swasta yang mau membangun (LRT) dan menggunakan dana sendiri tanpa bantuan dari pemerintah, kami harus kaji," ujar Sandiaga, saat ditemui usia rapat di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

Menurutnya, jika memang ada perusahaan yang berminat tentunya Pemprov DKI bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN harus mempercepat kajian tersebut.

"Seandainya itu betul-betul visible, sangat memungkinkan, iu harus kami dorong dan dipercepat," kata Sandiaga.

Baca: Sewa Konsultan Internasional, PT Ratu Prabu Keluarkan Biaya Mahal untuk LRT

Perusahaan energi PT Ratu Prabu Energi Tbk mengaku pada Sandiaga telah mengeluarkan biaya mahal untuk melalukan kajian mendalam terhadap pembangunan LRT tersebut.

Besaran biaya yang dikeluarkan oleh PT Ratu Prabu untuk menggunakan jasa konsultan Bechtel International yakni ratusan miliar rupiah.

Sandiaga mengaku mengetahui mahalnya jasa konsultan tersebut, lantaran sebelumnya ia pernah menggunakan jasa yang ditawarkan perusahaan konsultan internasional itu.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas