Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Sopir Metromini Hadang Transjakarta, Sandiaga Bilang Tidak Ingin Matikan Nafkah

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak akan mematikan penghasilan rakyat kecil

Sopir Metromini Hadang Transjakarta, Sandiaga Bilang Tidak Ingin Matikan Nafkah
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menanggapi aksi protes yang dilakukan puluhan sopir metromini yang menghadang Transjakarta 1E di depan RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno buka suara.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak akan mematikan penghasilan rakyat kecil, termasuk para sopir metromini 610 yang memiliki jurusan sama dengan rute bus Transjakarta 1E Blok M-Pondok Labu.

"Kami tidak ingin mematikan nafkah dan penghasilan daripada usaha kecil," ujar Sandiaga, saat ditemui di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018).

Sandiaga pun menambahkan, Pemprov DKI akan berusaha mencari cara agar pelayanan metromini bisa ditingkatkan

Sehingga masyarakat juga tidak beralih ke moda transportasi lainnya, dan tidak mematikan nafkah para sopir tersebut.

Baca: Khofifah-Dardak Harus Lebih Waspada Hadapi Kekuatan Gus Ipul-Puti

"Nah sekarang gimana metromini itu bisa dirangkul, bisa ditingkatkan pelayanannya," kata Sandiaga.

Sebelumnya, aksi penghadangan tersebut dilakukan para sopir metromini 610 lantaran mereka merasa terjajah dengan adanya Transjakarta 1E rute Blok M - Pondok Labu yang melintasi trayek mereka.

Para sopir itu pun turun ke jalan menghadang transjakarta yang melintasi kawasan tersebut, aksi mereka pun dibantu sopir trayek lainnya.

Sebut saja sopir metromini 69 jurusan Blok M - Ciledug, serta sejumlah sopir angkutan umum.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak

Baca Juga

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas