Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ini Reaksi Sandiaga Uno Kembali Dilaporkan ke Polisi

"Ini (pelaporan) yang keenam berarti, kami fokus bekerja saja," ujar Sandiaga, di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (11/1/2018).

Ini Reaksi Sandiaga Uno Kembali Dilaporkan ke Polisi
Tribunnews/HO
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Ivan Batubara saat membahas tentang prospek ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan di Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2018). Kedepannya mereka akan menjalin berbagai kerja sama ekonomi kreatif dengan provinsi Sumatera Utara terutama dalam menggerakkan kewirausahaan dari masyarakat. Tribunnews/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno angkat bicara mengenai pelaporan ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penggelapan lahan.

Ia mengaku hanya ingin fokus bekerja menata ibukota bersama Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Ini (pelaporan) yang keenam berarti, kami fokus bekerja saja," ujar Sandiaga, di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (11/1/2018).

Baca: Respon Politikus PPP Soal Silang Pendapat Menteri Luhut dengan Susi Pudjiastuti

Sandiaga pun menuruti saran tim hukumnya untuk tidak banyak berkomentar.

"Tim hukum (menyarankan saya) nggak berkomentar," kata Sandiaga.

Sebelumnya, Politikus Gerindra itu kembali dilaporkan dengan kasus serupa, yakni dugaan penggelapan lahan.

Tidak hanya dirinya yang dilaporkan, namun juga Andreas Tjahjadi yang merupakan rekan bisnisnya.

Pelapor pun masih orang yang sama, Fransiska Kumalawati yang pernah melaporkan Sandiaga dan Andreas pada Maret 2017 lalu.

Baca: Deretan Fakta Pelajar SMP Blitar yang Tewas Loncat ke Sungai, Sosok Hingga Motif Misterius

Status Andreas pun telah menjadi tersangka, sedangkan Sandiaga disebt tidak memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut.

Fransiska melaporkan Sandiaga pada Senin, 8 Januari 2018.

Sandiaga dan Andreas diketahui merupakan pemilik saham dari PT Japirex, kasus dugaan penggelapan lahan itu berawal saat keduanya diduga telah menjual tanah seluas 3 ribu meter persegi yang letaknya berada di kawasan Curug, Tangerang.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas