Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pagar Pembatas Monas Dicopot, Sandiaga Berharap Masyarakat Tetap Jaga Ketertiban dan Kebersihan

Sandiaga Uno berharap masyarakat bisa menjaga kebersihan kawasan wisata Monas jika pagar pembatas antara jalur pejalan kaki dan rumput dibongkar.

Pagar Pembatas Monas Dicopot, Sandiaga Berharap Masyarakat Tetap Jaga Ketertiban dan Kebersihan
Harian Warta Kota/henry lopulalan
CAT PAGAR MONAS - Perkerja sedang mengecet pagar dengan cat dasar putih sekeliling Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2015). Cat putih yang belotang belonteng ini akan dipadukan dengan cat warna hijau. Warta Kota/Henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno berharap masyarakat ibu kota bisa menjaga kebersihan kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) jika pagar pembatas antara jalur pejalan kaki dan rumput telah dibongkar seluruhnya.

Ia pun meminta kepada Kantor Pengelola Kawasan Monas agar memberikan perhatian khusus dengan melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang dilakukan warga saat mengunjungi Monas.

"Saya harapkan masyarakat bisa menjaga agar kawasan Monas tetap rapi, tidak kotor, tidak rusak," ujar Sandiaga, saat ditemui di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Pria yang juga berprofesi sebagai pengusaha itu kembali menegaskan harapannya agar masyarakat merawat Monas, seakan kawasan wisata itu milik mereka.

Baca: Sandi Sebut Alasan Pembongkaran Pagar Pembatas Monas karena Dikritik Menteri BUMN

"(Monas ini) dirawatlah seperti kita merawat milik kita sendiri," tegas Sandiaga.

Kepala UPT Monas, Mundjirin membenarkan pembongkaran tersebut.

Ia menyebutkan alasan pembongkaran tersebut untuk mengembalikan fungsi Monas sebagai taman yang bisa dinikmati oleh warga.

Seperti taman yang diimpikan oleh Sandiaga dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Untuk mendukung ini menjadi park (taman) sebetulnya," kata Mundjirin.

Pembongkaran tersebut memang telah dilakukan sejak dua hari lalu, dan prosesnya baru dilakukan sekira 40 hingga 50 persen.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas