Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pipa PGN di Cawang Bocor Lagi karena Galian Proyek LRT, Apa Kata DPR?

Komisi VI DPR angkat bicara soal pipa gas milik PGN yang diduga bocor kembali akibat galian proyek Light Rail Transit

Pipa PGN di Cawang Bocor Lagi karena Galian Proyek LRT, Apa Kata DPR?
Warta Kota
Suasana perbaikan pipa gas bocor 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi VI DPR angkat bicara soal pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) yang diduga bocor kembali akibat galian proyek Light Rail Transit (LRT) di depan gedung BNN, Jakarta Timur, Rabu (14/3/2018) malam.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir, mengatakan jika benar yang lalai adalah subkontraktor saat mengerjakan hal itu, maka subkontraktor tersebut wajib diberikan sanksi.

"Di dalam kontrak yang ditandatangani seharusnya sudah mencantumkan sejumlah poin termasuk bertanggung jawab saat terjadi insiden, atau kalau perlu harus ada asuransi. Jadi jangan cuma cari untung saja," kata Inas, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (13/3/2018).

Inas juga mengatakan, saat melakukan pertemuan dengan sejumlah BUMN Karya, Inas sudah menekankan pentingnya soal pengawasan saat pengerjaan proyek.
Sebab, saat keliling ke sejumlah daerah untuk memantau proyek infrastruktur, Inas menyaksikan sendiri pekerja subkontraktor yang ditunjuk pemilik proyek sangat tidak serius saat bekerja.

"Masa mengoperasikan crane sambil merokok, pegang ponsel. sewaktu rapat dengan BUMN yang Karya itu mereka baru bilang akan diperhatikan dan diawasi, saya marah, kok baru diperhatikan. Padahal Presiden Jokowi sudah menekankan untuk merevolusi mental tapi tidak dilakukan," tegasnya.

Sementara itu, PT Adhi Karya (Persero), kontraktor yang membangun jalur LRT, memastikan bahwa hari ini tidak terdapat aktivitas konstruksi dan yang dilakukan adalah proses repair bersama dengan PGN.

"Dalam proses repair ketika akan dilakukan penimbunan masih terjadi kebocoran sehingga dilakukan tindakan pencegahan termasuk penutupan traffic. Saat ini valve sudah ditutup dan traffic sudah dibuka kembali. Tim sedang menyusun langkah selanjutnya berupa perbaikan atau relokasi pipa," ujar Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk Ki Syahgolang Permata, melalui pesan instan WhatsApp.

Ki Syahgolang memastikan, kejadian itu saat sedang proses repair bersama para pihak terkait, namun ternyata masih ada kebocoran.

"Sehingga dilakukan prosedur pencegahan termasuk menutup traffic guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun demikian saat ini traffic sudah dibuka dan berjalan seperti biasa," katanya.

Akibat kejadian itu, Adhi Karya juga sedang melakukan proses evaluasi yang dilakukan terutama terkait dengan QHSE di internal bersama dengan seluruh pihak terkait.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebocoran pipa gas akibat proyek LRT tersebut sudah dua kali terjadi dalam kurun waktu dua hari.

Insiden pertama, pipa gas milik PGN telah mengalami kebocoran pada Senin (12/03/2018) pukul 19.50 WIB. Penyebabnya, pipa PGN yang tertanam sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah tersebut terkena mata bor dari kegiatan pemasangan tiang pancang proyek LRT. Kejadian kedua, kebocoran pipa gas PGN terjadi di lokasi yang sama dua hari yang lalu akibat terkena backhoe proyek LRT.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas