Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Bongkar 11 Kasus Skimming, Polda Metro Jaya Sabet Penghargaan Internasional

Penghargaan disematkan atas keberhasilan Subdit 3/Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum

Bongkar 11 Kasus Skimming, Polda Metro Jaya Sabet Penghargaan Internasional
Dennis Destryawan/Tribunnews.com
Polda Metro Sabet Penghargaan Internasional 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya raih penghargaan internasional Law Enforcement Award’ dalam rangka ‘AP Visa Risk Security Summit 2018’ di Singapura.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, penghargaan atas dasar Surat Undangan Visa Internasional dan Surat Asosiasi Kartu Kredit Indonesia Nomor: AKKI/2018/IV/104.

Penghargaan disematkan atas keberhasilan Subdit 3/Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus pencurian dana nasabah bank atau skimming di wilayah hukum Polda Metro.

“Kasus skimmimg telah diungkap oleh Subdit 3 Resmob Polda Metro sebanyak 11 kasus dengan total tersangka 18 orang,” ujar Nico melalui keterangannya, Kamis (17/5/2018).

Dalam kasus skimming, ucap Nico, penyidik menyita kartu ATM palsu sebanyak 2025 kartu berisikan data nasabah dari 77 bank yang berasal dari 24 negara yang berbeda.

AP Visa Risk Security Summit 2018 merupakan forum pertemuan yang dihadiri oleh seluruh industri pembayaran seluruh Asia Pasific yang berjumlah 600 industri pembayaran membahas mengenai management resiko pada sistem pembayaran.

“Bagaimana menanganinya, koordinasi lintas bank, kebijakan-kebijakannya, sistem untuk mengendalikan kejahatan pada sistem pembayaran dan membangun network yang berhubungan pada sistem pembayaran,” ujarnya.

Nico mengatakan para pelaku pembobol ATM bank melakukan aksinya memakan waktu 5-10 menit. Seperti untuk memasang alat skimming ke dalam mesin ATM, karena perangkat canggih itu didatangkan dari luar negeri.

Nico mengatakan, jika nasabah mendapati mesin ATM yang tidak wajar, misalnya susah memasukkan kartu ATM, sebaiknya langsung segera mencari mesin ATM alternatif.

"Para pelaku biasanya memasang alat skimmer di lubang atau tempat memasukan kartu. Selain itu, pelaku juga menempel spycam atau kamera tersembunyi tepat di atas lubang kartu untuk mendapatkan PIN," ucapnya.

Data nasabah yang masuk itu disimpan ke hard disk dan dipindahkan lagi ke komputer untuk diproses pemindahan data ke kartu ATM. Setelah semua selesai, mereka akan menguras saldo menggunakan PIN yang telah direkam dari spycam.

Nico mengimbau para nasabah selalu waspada dengan modus pelaku pembobolan data ATM dengan modus skimming terutama jika melihat ada orang yang berlama-lama di ATM. Menurut dia, laporkan segera ke petugas atau satpam.

“Peran masyarakat penting jika menemukan ada orang yang lama di ATM laporkan ke petugas, karena transaksi di ATM tidak lebih dari lima menit," katanya.

Untuk diketahui, penghargaan ‘Law Enforcement Award’ dalam rangka ‘AP Visa Risk Security Summit 2018’ tersebut diberikan kepada Kombes Pol Nico Afinta selaku Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono.

Kemudian, Kanit 4 Subdit Resmob Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu dan Panit 2 unit 4 Subdit Resmob Polda Metro Jaya Iptu Verdika Bagus Prasetya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas