Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tim Nur-Firdaus Beberkan Bukti Kejanggalan Ijazah Rahmat Effendi

Menurut Bambang, keaslian ijazah Rahmat Effendi patut diragukan karena Ijazah aslinya tidak pernah ada hanya fotocopy dan tidak pernah di tunjukkan.

Tim Nur-Firdaus Beberkan Bukti Kejanggalan Ijazah Rahmat Effendi
Warta Kota
Suasana debat pilkada Kota Bekasi sempat dihentikan karena ada seorang pendukung pasangan calon dianggap mengganggu jalannya debat, Kamis (3/5/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Hanya ada sedikit waktu menjelang hari pencoblosan dalam kancah Pilkada Kota Bekasi.

Atmosfer politik di Kota Bekasi kian menghangat, salah satunya terkait diungkapnya kembali dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan calon wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen.

Koordinator Tim Advokasi Pasangan Nur-Firdaus, Bambang Sunaryo menjelaskan, pihaknya telah menemukan beberapa kejanggalan terkait dugaan pemalsuan ijazah tersebut dengan membandingkan ijazah sekolah Pepen pada tahun yang sama.

"Dari alamat sekolahnya saja sudah berbeda, seharusnya sekolahnya beralamat di Koja, Jakarta Utara, namun ijazah Rahmat Effendi alamatnya malah tertulis di jalan Cilincing Jakarta Utara," kata Bambang di Jakarta, Kamis (14/6/2018).

Sejumlah kejanggalan terkait dengan penggunaan ijazah dalam kancah Pilkada Kota Bekasi. (Warta Kota)
Sejumlah kejanggalan terkait dengan penggunaan ijazah dalam kancah Pilkada Kota Bekasi. (Warta Kota) ()

Kemudian, menurut Bambang, seharusnya di dalam ketentuan UU, apabila sekolah swasta, maka yang harus menandatangani ijazah itu adalah Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Berdasarkan Peraturan KPU pasal 50, seharusnya bila paslon bersekolah di sekolah swasta, maka penandatangan legalisir ijazah adalah pihak dinas pendidikan, bukan pihak sekolah. Namun, dalam kasus ijazah sekolah swasta Rahmat Effendi, penandatangan legalisir dilakukan pihak sekolah," katanya.

Menurut Bambang, dalam surat pernyataan dari SMA 52 Jakarta Utara, menyatakan bahwa penulis ijazah adalah Maman Syaifullah yang ternyata telah diangkat menjadi PNS dan mendapat tugas di SMAN 52 jakarta pada tahun1986.

"Maman Syaefullah sebagai penulis ijazah diangkat PNS tahun 1986. Apakah mungkin menulis ijazah dan sekarang, dia menandatangani berita acara Ijazah yang harusnya dilegalisir oleh pejabat pada Dinas Pendidikan Jakarta Utara atau satuan kerja atau minimal kepala sekolah,"katanya.

Menurut Bambang, keaslian ijazah Rahmat Effendi patut diragukan karena Ijazah aslinya tidak pernah ada hanya fotocopy dan tidak pernah di tunjukkan ke publik.

"Dalam tulisan di depan untuk nama Rahmat Effendi seperti ada bercak tip ex, tidak konsisten antara tulisan di depan yang kadang menurun dan belakang lembar nilai ijazah yang rapi dan konsisten," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas