Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Siswa Ditangkap Diduga Hendak Tawuran, Orangtua: Dipenjarain Aja Pak, Daripada Mati Konyol

“Penjarain aja pak, daripada mati konyol di jalanan kena tawuran. Pak, saya sudah capek ngurusin anak ini,” ujar Mirah

Siswa Ditangkap Diduga Hendak Tawuran, Orangtua: Dipenjarain Aja Pak, Daripada Mati Konyol
Warta Kota/Andika Panduwinata
Satpol PP Kota Tangerang meringkus sepuluh pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam, yang disinyalir akan digunakan untuk tawuran, di sekitar Taman Potret, Kota Tangerang, Sabtu (13/10/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Kekecewaan Mirah Suryani (48) tak terbendung saat mengetahui Fahmi (14), putranya, diamankan Satpol PP Kota Tangerang.

Putranya tersebut diamankan bersama sembilan pelajar lainnya, lantaran kedapatan membawa senjata tajam yang disinyalir akan digunakan untuk tawuran di sekitar Taman Potret, Kota Tangerang.

Baca: Seorang Warga Bekasi Ditemukan Tewas, Diduga Lompat dari Lantai 15 Apartemen di Ciputat

Selain histeris, Mirah juga sesekali meminta petugas untuk memberikan pelajaran kepada buah hatinya itu, dengan memberikan hukuman kurungan agar putranya jera.

“Penjarain aja pak, daripada mati konyol di jalanan kena tawuran. Pak, saya sudah capek ngurusin anak ini,” ujar Mirah kepada petugas, seraya menghardik putranya tersebut di Kantor Satpol PP Kota Tangerang, Sabtu (13/10/2018).

Mirah yang tidak dapat menahan emosi, sempat beberapa kali mencoba menyerang putra semata wayangnya tersebut. Ia memukul menggunakan alas kaki yang digunakannya, namun dicegah petugas.

“Daripada digebukin orang mending saya yang gebukin,” ucapnya sambik meluapkan emosi.

Berbeda dengan Mirah, Jalaludin (50), salah satu orang tua lainnya yang sengaja diundang petugas untuk menjemput putranya, justru jatuh pingsan karena tidak dapat menahan amarahnya.

Jalaludin yang masih memakai jaket ojek online, langsung jatuh pingsan ketika mencoba memukul putranya, namun gagal setelah dihalau aparat. Mengetahui orang tuanya jatuh pingsan, sang anak langsung histeris berteriak meminta pertolongan orang-orang di sekitarnya.

Berbeda dengan kedua orang tua siswa, salah seorang perwakilan dari sekolah yang enggan menyebutkan namanya, justru merasa bersyukur petugas mengamankan para siswanya tersebut.

“Entah apa jadinya kalau mereka tidak diamankan. Apa jadinya kalau mereka benar-benar terlibat tawuran. Kami berterima kasih kepada bapak-bapak Satpol PP yang secara tidak langsung menyelamatkan anak-anak dari tawuran,” tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas