Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ternyata Remaja Dari Daerah Ini yang Paling Banyak Minum Air Rebusan Pembalut Wanita

Fenomena minum air rebusan pembalut wanita itu muncul setelah pihak BNN Jawa Tengah menemukan kasus tersebut.

Ternyata Remaja Dari Daerah Ini yang Paling Banyak Minum Air Rebusan Pembalut Wanita
Ilustrasi kolase
Fenomena Remaja Mabuk Rebusan Pembalut, Ini Kandungan Zat Kimia Berbahaya yang Bikin Ngefly 

Laporan Wartawan Warta Kota, Muhammad Azzam

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI -- Fenomena remaja mabuk dengan minum air rebusan pembalut wanita tiba-tiba saja kembali menyeruak.

Sempat muncul di awal tahun 2018, fenomena minum air rebusan pembalut itu kembali muncul.

Fenomena minum air rebusan pembalut wanita itu muncul setelah pihak BNN Jawa Tengah menemukan kasus tersebut.

Baca: Dokter Suntik Bidan 56 Kali Hingga Sempoyongan di Rumah Kosong, 8 Fakta Ini Terungkap

Kemudian terus merambah ke berbagai daerah, termasuk Jawa Barat.

Di Jawa Barat, Bekasi disebut-sebut sebagai wilayah yang remajanya paling banyak meminum rebusan pembalut wanita selain Bogor, Karawang, Bandung, Sukabumi, dan Cirebon.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi Bidang Penyuluhan, Jumarwansyah, menyebut sudah mendapatkan informasi praktik mabuk semacam itu sejak 4 tahun lalu, tapi baru sebatas informasi.

“Belum ada laporan masuk. Hanya sebatas informasi saja. Berbeda seperti di Jawa Tengah yang tertangkap basah pada 7 November 2018 itu," kata Jumarwan, Jumat (9/11/2018).

Sejauh ini pihaknya telah melakukan sosialisasi mengenai bahaya mabok dengan meminum air rebusan pembalut wanita.

Selain itu ia juga rutin melakukan sosialisasi mengenai bahaya minum-minuman keras, maupun narkotika.

Selain dapat meresahkan dan merusak masa depan, juga dapat dikenakan hukuman.

"Kalau sosialisasi mengenai bahaya mabuk dengan itu (pembalut) kita sudah sering sampaikan sejak 2 tahun lalu,” paparnya. (Muhammad Azzam)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas