Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UBL Gelar Seminar Komunikasi Budaya melalui Media Film

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Universitas Budi Luhur (UBL) menggelar seminar Comfilture yang memadukan antara Film Komunikasi dan Culture

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UBL Gelar Seminar Komunikasi Budaya melalui Media Film
ist
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UBL Gelar Seminar Komunikasi Budaya melalui Media Film 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Universitas Budi Luhur (UBL) menggelar seminar Comfilture yang memadukan antara Film Komunikasi dan Culture dengan tema "Komunikasi Budaya melalui Media Film" bertempat di ruang theater UBL yang menghadirkan narasumber Ketua Lembaga Sensor Film Mayjen (Purn) Dr. Ahmad Yani Basuki.MSi , Producer dan Sutradara Film Asad Amar dan Ketua Pusat Studi Kebudiluhuran Universitas Budi Luhur Dr. Yusron.MSi.

Ketua Panitia Seminar Comfilture Afri Asnelly, S.IP juga menjelaskan seminar ini ditujukan untuk mendorong agar insan perfilman dapat menghadirkan film-film yang memberikan pesan positif.

"Dengan memperhatikan nilai nilai luhur yang ada dalam budaya masyarakat Indonesia dan mendorong agar lembaga Sensor Film lebih evaluatif dalam melakukan sensor film ditengah berbagai polemik yang ada ditengah masyarakat Indonesia saat ini," ungkap Afri Asnelly.

Sedangkan Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. sc.agr. Didik Sulistyanto sebagai pembicara kunci mengatakan dalam era revolusi industri 4.0, film merupakan media Komunikasi yang sangat penting.

"Film merupakan media komunikasi yang sangat penting khususnya membuat generasi muda yang berkarakter dan meningkatkan daya saing bangsa dengan film memudahkan komunikasi antar generasi yang cerdas dan berbudi luhur," ujar Didik Sulistyanto.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Kebudiluhuran Universitas Budi Luhur Dr. Yusron.MSi mengakui film merefleksikan budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia.

"Indonesia harus mampu meningkatkan produktivitas perfilman yang tidak meninggalkan nilai nilai budaya dan kearifan lokal yang luhur yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia dan berharap LSF dapat lebih selektif dalam melakukan sensor film, dengan tetap memperhatikan kaidah budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia," tuturnya.

Acara seminar dihadiri oleh Deputi Rektor Bidang Akademik Dr. Wendi Usino, Kaprodi MIKom Dr. Hadiono Afdjani , Direktur Kemahasiswaan Dr. Arief Wibowo dan 260 peserta dari mahasiswa Pascasarjana UBL, LSPR, Universitas Mercubuana, Surya University, Kak Seto Home Schooling dan Mahasiswa Hubungan International Universitas Budi Luhur

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas