Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2019

Soal Anggaran Mudik Gratis, Gubernur Anies: Bus Dibiayai Berangkat dan Pulang ke Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut meluruskan beredarnya kabar soal isu anggaran fasilitas mudik gratis Pemprov DKI.

Soal Anggaran Mudik Gratis, Gubernur Anies: Bus Dibiayai Berangkat dan Pulang ke Jakarta
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut meluruskan beredarnya kabar soal isu anggaran fasilitas mudik gratis Pemprov DKI.

Katanya, biaya anggaran yang ditetapkan merupakan program mudik gratis untuk pulang-pergi. Bukan program yang hanya diperuntukkan bagi keberangkatan saja.

"Jadi ada satu hal yang pasti bahwa program mudik gratis itu PP (pulang-pergi). Jadi bukan hanya satu jalan, jadi dibiayai busnya untuk berangkat dan kembali lagi ke Jakarta," terang Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).

Baca: Rumah PNS di Depok Dibobol Maling, Polda Metro Jaya dan Polres Depok Bentuk Tim Khusus

Baca: Jelang Sidang Sengketa Pilpres 2019, TKN Jokowi-Maruf Siapkan 33 Pengacara, Siapa Saja?

Baca: Viral Mobil Terbakar Misterius di Pekalongan, Pemilik Sebut Ada yang Aneh

Baca: Fauka: Saya Tidak Ada di Bawaslu Saat Rusuh 22 Mei

Merujuk pada infografis yang dirilis Dinas Perhubungan DKI Jakarta, anggaran Rp14 miliar yang digelontorkan oleh Pemprov DKI untuk fasilitas mudik gratis tahun ini dirincikan sebagai berikut.

Pemprov DKI memfasilitasi 10 kota tujuan para pemudik meliputi Ciamis, Kuningan, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo, Wonogiri, Yogyakarta, dan Jombang.

Sebanyak 594 bus, dimana 372 untuk arus mudik dan 222 arus balik dipersiapkan.

Setiap bus diestimasi dapat menampung maksimal hingga 54 orang.

Harga sewa untuk 594 bus tersebut sebesar Rp11,4875 miliar atau Rp19,3 juta/bus.

Biaya sewa per bus sebesar Rp19,3 juta itu kemudian dibagi kapasitas 54 kursi/bus. Sehingga di dapat angka Rp358 ribu/penumpang.

Peserta Mudik Gratis Bareng National Defence and Hightech Industry (NDHI) menuju bus yang sudah siapkan sebelum dilepas di kompleks PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Kota Bandung, Jumat (31/5/2019). Sebanyak lima badan usaha milik negara (BUMN) anggota cluster NDHI yang tergabung dalam Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media (PISM) Kementerian BUMN memberangkatkan 1.835 orang dalam kegiatan mudik gratis bareng menggunakan 27 bus, dengan tujuan Lampung, Yogyakarta, Semarang, Solo, Pekalongan, Purwokerto, Tegal, Banjar, Pangandaran, dan Cilacap. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Ilustrasi mudik gratis Lebaran 2019 (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Sementara sisa anggaran sekitar Rp2,512 miliar digunakan untuk kebutuhan fasilitas lain semisal penyewaan 62 truk pengangkut motor pemudik ke kota tujuan, pajak, pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara.

Sebelumnya beredar kabar di media sosial bahwa anggaran mudik gratis yang diselenggarakan Pemprov DKI disebut berlebih.

Pasalnya jika anggaran Rp14 miliar itu dibagi jumlah bus sekitar 300-an atau mengangkut 17.427 pemudik, maka biaya per orangnya mencapai Rp823.500.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas