Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Saat Ceramah Sebut 60 Orang Tewas saat Rusuh 21 Mei, Polisi Periksa Ustaz Lancip

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengagendakan kembali pemeriksaan kedua untuk Ahmad Rifky Umar Said Barayis alias Ustaz Lancip.

Saat Ceramah Sebut 60 Orang Tewas saat Rusuh 21 Mei, Polisi Periksa Ustaz Lancip
WARTA KOTA/Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Kericuhan peserta aksi unjuk rasa terus terjadi di Jalan KH Wahid Hasyim arah perempatan jalan Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) malam. Hingga Kamis dini hari, sebagian peserta aksi sudah digiring aparat kemanan untuk membubarkan diri. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengagendakan kembali pemeriksaan kedua untuk Ahmad Rifky Umar Said Barayis alias Ustaz Lancip.

Dia bakal dimintai keterangan sebagai saksi atas ceramah yang menyebutkan 60 orang mati saat kerusuhan 21-22 Mei.

"Agenda pemeriksaan ulang pada Senin, 17 Juni 2019," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono,saat dikonfirmasi, Selasa, (11/6/2019).

Sedianya, Lancip diperiksa penyidik pada Senin, 10 Juni 2019 pukul 10.00 WIB. Namun, dirinya berhalangan hadir karena ada kegiatan lain.

"Agendanya iya diperiksa hari ini, tapi enggak hadir. Alasannya enggak bisa hadir karena ada kegiatan lain yang sudah terjadwal. Lalu, minta dijadwal ulang," tutur Argo.

Seperti diketahui, Lancip dimintai keterangan atas adanya dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan berita bohong. Dalam video yang tersebar di media sosial, Lancip membahas peristiwa kerusuhan saat demonstrasi penolakan hasil pemilu.

Baca: Eks-Tim Mawar Diduga Terlibat pada Kerusuhan Aksi 22 Mei, Majalah Tempo Ungkap Temuan Investigasinya

Pada video itu, Ustaz Lancip menyampaikan bahwa ada korban mati yang jumlahnya hampir 60 orang dan ratusan orang masih hilang.

Pemeriksaan ini merupakan rujukan atas adanya laporan polisi (LP) masuk pada 7 Juni 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3473/VI/2019/PMJ/Dit Reskrimsus.

Kemudian, rujukan Surat Perintah Penyelidikan nomor SP/Lidik/875/VI/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus, tanggal 8 Juni 2019. Untuk menghadiri pemeriksaan, ia dimohon untuk membawa dokumen atau bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Ustaz Lancip disangkakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas