Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin: Pentingnya Menjaga Persatuan Indonesia

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, menghadiri sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tungga Ika di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin: Pentingnya Menjaga Persatuan Indonesia
MPR RI
Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, menghadiri sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tungga Ika di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (17/3). 

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, menghadiri sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tungga Ika di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (17/3). Acara yang dihadiri oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, generasi muda, dan 30 orang kaum disabilitas, Mahyudin berpesan bahwa acara ini bertujuan untuk menyamakan persepsi agar Indonesia lebih baik dan semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap NKRI.

Lebih lanjut dipaparkan, acara yang diselenggarakan itu bukan sekadar memberi ilmu namun juga membangun kesadaran. Membangun kesadaran berbangsa dan bernegara menurut pria asal Kalimantan itu penting sebab tak ada jaminan satu negara utuh selama-lamanya. Dicontohkan dulu ada negara kuat, Uni Soviet, bubar.

"Bahkan bubarnya dengan menyisakan derita dan air mata," tuturnya. Uni Soviet sekarang tercerai berai menjadi banyak negara.

Disampaikan kepada peserta, Indonesia memiliki ribuan suku. Dirinya membayangkan kalau di Indonesia tak ada alat pemersatu.

"Pancasila-lah yang mempersatukan kita," ucapnya.

Agar Indonesia maju maka persatuan harus diperkuat. Dalam persatuan ada stabilitas. Kondisi demikianlah yang perlu dipertahankan.

Dalam menjaga persatuan, diakui bangsa ini mendapat ancaman. Salah satu ancaman, disebut globalisasi.

"Globalisasi mengikis jiwa gotong royong yang selama ini dianut masyarakat menjadi jiwa individualis," ungkapnya. Individualis membuat orang jadi ingin menang sendiri. "Silaturahmi kita rusak gara-gara beda pilihan politik," kata alumni Universitas Lambung Mangkurat itu.

Menjelang Pemilu banyak berita hoax. "Akibatnya banyak orang termakan fitnah," paparnya. Untuk mencegah Pemilu tidak menjadi hal yang mengancam keutuhan bangsa, Mahyudin mengajak pada semua untuk menjadikan Pancasila sebagai perilaku dalam keseharian.

"Sepulang dari acara ini kita harap semua mempunyai persepsi yang sama, Indonesia yang maju dan disegani," tegasnya.

Terkait kaum disabilitas yang hadir dalam sosialisasi, Mahyudin mengatakan sosialisasi sudah menjadi kebutuhan rakyat. "Tidak terkecuali kaum disabilitas", ujarnya.

Hadirnya kaum disabilitas dalam acara itu diakui sangat menarik sehingga sasaran Empat Pilar menyentuh pada semua kalangan. "Antusias sekali kaum disabilitas dalam acara ini," ungkap Mahyudin. Dirinya mengapresiasi kehadiran mereka dalam acara yang digelar mulai pukul 10.00 Wita itu. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas