Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Sesjen MPR: Pemilu Serentak Memuliakan Warga Negara

Sekretaris Jenderal MPR, Dr. Ma'ruf Cahyono menilai, Pemilu Serentak pada 17 April 2019 merupakan sarana dan tempat dimana rakyat dimuliakan berada di

Sesjen MPR: Pemilu Serentak Memuliakan Warga Negara
MPR RI
Sekretaris Jenderal MPR RI, Maruf Cahyono. 

Sekretaris Jenderal MPR, Dr. Ma'ruf Cahyono menilai, Pemilu Serentak pada 17 April 2019 merupakan sarana dan tempat dimana rakyat dimuliakan berada di panggung terdepan. Ini disebabkan kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat.

"Karena itu Pemilu Serentak harus kita sukseskan. Rakyat harus berpartisipasi secara penuh karena rakyat sedang dimuliakan," kata Ma'ruf Cahyono dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Samosir di Balige, Selasa (9/4).

Ma'ruf mengharapkan rakyat berpartisipasi penuh dalam Pemilu Serentak.

"Saya mengharapkan tidak ada masyarakat yang tidak berpartisipasi dalam Pemilu. Pemilu adalah milik kita," ujarnya.

Menurut Ma'ruf, satu-satunya milik rakyat yang paling tinggi adalah ketika memberikan suara untuk ikut menentukan jalannya negara dan bangsa.

"Kalau kita tidak memanfaatkan (tidak memilih) maka artinya kita sedang mereduksi posisi mulia sebagai pemegang kedaulatan rakyat," tuturnya.

Ma'ruf juga berharap agar generasi muda atau kalangan milenial memahami partisipasi dalam pemilu itu. 

"Ini bukan soal kesempatan datang ke TPS tapi soal memuliakan diri kita sebagai warga negara yang memilih negara demokrasi," imbuhnya.

Berkaitan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR, Ma'ruf menegaskan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR jangan dilihat sebagai rutinitas melainkan sebagai sesuatu yang strategis. Yaitu sejauhmana kita memaknai nilai-nilai penting kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilihat dari aspek ideologi, konstitusi, dan komitmen terhadap NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Dari sisi kognitif semestinya sudah memahami nilai-nilai itu, tapi yang lebih penting adalah mengaktualisasikan nilai-nilai itu," katanya.

Persoalannya, lanjut Ma'ruf, dalam aktulisasi ada sejumlah tantangan. Misalnya, disruption atau tercerabut karena adanya perubahan yang mendasar, dan tantangan kesenjangan antar generasi.

"Kalau tantangan ini tidak diatasi maka akan mengkhawatirkan karena transformasi nilai-nilai (kebangsaan) tidak akan berjalan kontinue," jelasnya dalam sosialisasi mewakili Wakil Ketua MPR Oesman Sapta.

"Sosialisasi Empat Pilar ini kita lakukan dengan maksud agar ideologi, konstitusi, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika bisa terawat dan terjaga," tambahnya.

Sosialisasi Empat Pilar MPR diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai elemen seperti ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda. Sosialisasi dihadiri. Asisten III Bidang Administrasi Umum Rudian Siregar, Kadis pariwisata dan Kebudayaan Audi Murphi, Pimpinan Gerjea HKBP Pendeta Donda Simanjuntak, dan Staf Ahli Ketua DPD RI Edison Manurung. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...
berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas