Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

JK Diminta Kecam Aksi Bakar Alquran di AS

GPP meminta Jusuf Kalla membuat pernyataan resmi kepada Dove World Outreach Center agar membatalkan Hari Pembakaran Alquran Sedunia.

JK Diminta Kecam Aksi Bakar Alquran di AS
Tribunnews.com/Iwan Taunuzi
Jusuf Kalla mengadakan pertemuan bersama Damien Dematra (GPP) Sjahrul Ujud, Prof Dr Ahmad Syafii Maarif, KH Slamet Effendy Yusuf (MUI), Romo Benny Susetyo (KWI), Jerry Sumampow (PGI), Pdt Gomar Gultom (PGI), Nyoman Udayana Sangging (Parisada Hindu Darma Indonesia/PHDI), Uung Sendana (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia/Matakin), Kevin Wu (Majelis Budhayana Indonesia), dan Sugiantono (Majelis Budhayana Indonesia).
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) meminta mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membuat pernyataan resmi kepada Pimpinan Dove World Outreach Center di Florida, Dr Terry Jones, agar membatalkan Hari Pembakaran Alquran Sedunia.

"Pak JK merupakan tokoh yang dianggap Tokoh Perdamaian. Maka, kami meminta beliau untuk memberikan pernyataan, karena itu akan memicu pertikaian antaragama di seluruh dunia, khususnya di Indonesia," kata Koordinator GPP Damien Dematra di Jakarta, Kamis (19/8/2010).

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan untuk memerangi upaya pembakaran Alquran. GPP juga meminta JK untuk mengimbau masyarakat Indonesia agar jangan terpancing oleh hal tersebut. "Agar masyarakat, khususnya Muslim di Indonesia dapat menahan diri dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi," ungkapnya.

Langkah tersebut akan berhasil jika JK dapat mengimbau pemerintah untuk melakukan langkah-langkah preventif agar tidak terjadi pertikaian, khususnya di daerah rawan konflik.

Pertemuan GPP dengan JK ini, kata Damien, merupakan langkah untuk memerangi Hari Pembakaran Alquran yang sedianya dilakukan pada 11 September 2010 bertepatan dengan Hari Besar Idul Fitri.

Selain JK dan Damien Dematra, hadir dalam pertemuan itu Sjahrul Ujud, Prof Dr Ahmad Syafii Maarif, KH Slamet Effendy Yusuf (MUI), Romo Benny Susetyo (KWI), Jerry Sumampow (PGI), Pdt Gomar Gultom (PGI), Nyoman Udayana Sangging (Parisada Hindu Darma Indonesia/PHDI), Uung Sendana (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia/Matakin), Kevin Wu (Majelis Budhayana Indonesia), dan Sugiantono (Majelis Budhayana Indonesia). (*)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas