Tribunnews.com

Video Penyiksaan Sapi Bikin Australia Ogah Ekspor ke Indonesia

Rabu, 8 Juni 2011 16:03 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Australia memboikot pengiriman sapi ke Indonesia karena video penyiksaan yang disampaikan lembaga Animals Australia ke pemerintah setempat. Video tersebut telah beredar di situs YouTube.

Penyiksaan sapi sebelum disembelih beredar di situs youtube. Dalam video berdurasi 2 menit 49 detik tampak adegan sadis penyiksaan sapi di sebuah tempat yang diduga rumah potong hewan.

Animals Australia melakukan penyelidikan ke rumah potong hewan di Indonesia dan mengambil video penyiksaan sapi. Video di awali dengan tampilan judul bertuliskan dalam Bahasa Inggris "Di tahun 2011 lembaga Animals Australia mendokumentasikan investigasi perlakuan hewan ternak Australia yang diekspor ke Indonesia".

Di awal tampilan video muncul sosok bernama Lyn White, Investigator Animals Australia, memberikan keterangan soal video. Lyn memberi nama Brian pada sapi yang disiksa dalam video tersebut. "Sangat sulit untuk tidak bersimpati pada Brian, dia berusaha lari dari penyiksaan ini. Peristiwa ini terjadi di Jawa dan Sumatera di mana tidak ada pemerintah yang mencegahnya," kata Lyn.

Dikatakannya, Brian tidak pantas menerima perlakuan seperti ini. "Ini seperti serangan teror. Setiap ia kehilangan napas dia berusaha menarik napas dan seseorang terus menyiksanya tanpa perasaan. Saya bersumpah saya mendengar suara jeritan kesakitan Brian sebelum menghembuskan napas terakhir," kata Lyn.

Seakan mendengar bahasa hewan, Lyn mengatakan, Brian sapi itu bertanya mengapa ia harus disiksa seperti itu. Dia juga bertanya mengapa dia harus dikirim ke Indonesia lokasi sejauh 3.000 km dari rumahnya yang jauh lebih aman dibanding Indonesia.

Dalam video tersebut tampak Sapi Brian yang tak berdaya menerima beberapa kali cambukan di sekujur tubuhnya. Tak hanya cambukan mendera bagian kepala dan badannya, Brian juga menerima beberapa tendangan.

7 Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar
  • Finus.UPP-Jumat, 2 Maret 2012 Laporkan
    Biadap banget, hewan juga makhluk ..tidak selayaknya seperti itu.
  • Icanz PhoeNa Audry-Kamis, 16 Juni 2011 Laporkan
    udah jlaz.. di Siksa... ky gto apa mgkin ada arti dr Kalian... cba bayangkan pd suatu saat nti ajal kalian tiba mungkin akan sama sprti yg di lakukan oleh apa penyiksa"nya dan kita sma2 mrasa sakit yang bnar2... smgga yg nyiksa mendapat balasan yg sma,,
  • Anggodo-Selasa, 14 Juni 2011 Laporkan
    Prihatian sekali sama tukang jagal yang kurang pendidikan itu - bagaimana dinas peternakan memperbaiki hal ini? HARAM hukumnya untuk memakan daging sesama mahluk ALLAH yang didapat dgn cara sekeji ini - lain sekali praktik nya saat Idul Qurban
  • Adhy Susanto-Jumat, 10 Juni 2011 Laporkan
    Weleh....udah tahu salah, bukannya secara ksatria mengakui & dgn arif memperbaiki diri, malah mencoba membela diri....ada apa dgn kalian teman2..??? Apakah kalian nterlalu malu tuk mengakui kebiadaban ini dilakukan oleh orang2 kita sendiri? Apakah ego kal
  • Gunawan Adi-Kamis, 9 Juni 2011 Laporkan
    KASIHAN SEKALI>>MAU MAKAN DAGINGNYA TERINGAT SIKSAANYA..SUNGGUH MALANG KAMU SAPII.KEJI SEKALI
  • Venantius Sujarwanto-Kamis, 9 Juni 2011 Laporkan
    Dasar bule - bule australia kurang kerjaan. Apa mereka tidak sadar bahwa mereka telah menjajah dan menyiksa suku aborigin. Ngaca diri dulu dong!
  • bedjo-Kamis, 9 Juni 2011 Laporkan
    Itu kan proses pengikatan sewaktu mau di sembelih kan....???
    OOOO saya ngerti ...kalo di australia mungkin sebelum di sembelih sapinya di ajak tidur dulu kali ya......
    Go too hell australia............
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved