Tribunnews.com

Jenderal Ungkap Mengapa Pangkostrad Hanya 17 Jam Menjabat

Selasa, 2 Oktober 2012 22:12 WIB
Jenderal Ungkap Mengapa Pangkostrad Hanya 17 Jam Menjabat
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima sebuah buku dari satu di antara lulusan AKABRI, Subagyo HS (tengah), dalam acara peluncuran buku Mengawal Integrasi Mengusung Reformasi , di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2012). Buku yang menceritakan tentang pengabdian lulusan AKABRI generasi pertama angkatan 1970 tersebut disusun oleh para lulusan AKABRI dan tim penulis profesional. 

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada hal menarik dalam peluncuran buku "Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi" yang diluncurkan sejumlah jenderal alumnus Akabri 1970.

Selain banyak di antara mereka takut mengungkap kebenaran, juga masih ada yang malu-malu menuliskan fakta sejarah yang mereka ketahui.

"Banyak di antara mereka (para purnawirawan) malu atau takut mengungkap kebenaran yang terjadi. Ketika krisis 1998, ada Pangkostrad (Panglima Komando Strategis Angkatan Darat) hanya menjabat 17 jam," ujar Atmadji Sumarkidjo, seorang pengarah dan tim penyusun "Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi".

Namun seiring perjalanan waktu, lanjut Atmadji, mereka akhirnya bisa menggali dan menuliskan apa yang sebenarnya terjadi di balik peristiwa tersebut.

"Ternyata ada masalah serius kenapa Pak Johny Lumintang cuma menjabat sebagai panglima selama 17 jam. Di buku itu bisa diungkap. Seperti proses Pak (Suroyo) Bimantoro (Kapolri saat itu), kenapa berani menentang Gus Dur. Kita gali kebenaran karena kita mau mengungkap sejarah," lanjutnya.

Dikatakannya, alumni Akabri sudah mencapai lebih seribuan orang. Namun yang berprestasi dalam karirnya hanya di bawah 20 persen dengan ukuran pangkat brigadir jenderal ke atas.

KLIK JUGA:

1 Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar
  • Kenzo-Selasa, 2 Oktober 2012 Laporkan
    Dibelahan manapun juga
    sisi kehidupan, tetap saja
    sejarah ditulis
    berdasarkan sisi
    kepentingan. Kejujuran
    hanya ada pd novel, cerpen
    ataupun andersen jujur
    mengungkapkan gejolak rasa
    sang penulis.
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved