Tribunnews.com

Wildan Ngaku Iseng Bajak Situs Presiden SBY

Selasa, 29 Januari 2013 15:02 WIB
Wildan Ngaku Iseng Bajak Situs Presiden SBY
hasanuddin aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wildan Yani Ashari mengaku hanya iseng meretas situs www.presidensby.info. Sebetulnya ia tidak membajak langsung situs tersebut, tetapi ia awalnya membajak situs www.jatireja.network yang menjadi provider internet yang kebetulan didalamnya terdaftar situs www.presidensby.info.

Akibat membajak provider internet tersebut, seluruh situs yang terdaftar di ISP www.jatireja.network menjadi berubah tampilannya.

Direktur II Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Arif Sulistyo mengungkapkan bahwa Wildan di CV Suryatama di Jember, Jawa Tengah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang warung telekomunikasi atau warung internet (Warnet), penjual sparepart komputer, dan software.

"Dia bekerja sebagai admin, administrator. Dia belajar komputer secara otodidak,"kata Arif di PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2013).

Penangkapan Wildan berdasarkan laporan informasi dan adanya  laporan situs yang diretas atau dihacking dimana tampilan situs berubah tampilan dengan tayangan berbeda dari aslinya.

"Jadi yang dihack ada beberapa situs, yang lapor ke kami adalah www.jatireja.network, ini adalah internet service provider. Dari hasil online investigation kami dapatkan identitas dengan rangkaian yang panjang kita tahu IP adressnya dan posisinya di Jember. Posisi itu adalah Warnet. Sehingga saat itu saat online langsung kita lakukan penangkapan," ungkapnya.

Dari hasil online investigation kepolisian bisa mengetahui lock file historynya. Dari situ diketahui bawhwa yang situs yang dibajak Wildan bukan hanya situs www.jatireja.network saja.

"Banyak situs lain, ada 5320 log in yang dilakukan tersangka. Tapi yang sudah kita peroleh datanya, www. jatireja.network, polresgunungkidul dan ada juga situs www.presidensby.info yang kebetulan menggunakan ISP (Internet Service Provider) dari www.jatireja.network ini," ungkapnya.

Menurut Arif Wildan membajak situs www.jatereja.network hanya beberapa saat saja. Tidak dalam waktu lama. Kepada polisi pelaku hanya iseng mengkreasikan kemampuannya di dunia IT.

"Dengan motif iseng saja, hanya mengganti tampilan. Sehingga dari situs jatireja kita sudah dapat bukti-bukti semua," ujarnya.

Saat ini sudah ada lima orang saksi yang diperiksa dalam kasus ini. Saksi semuanya berasal dari pengelola situs jatireja. Selain itu, polisi pun menyita barang bukti dua buah CPU dan Wildan kini mendekam di Rutan Bareskrim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ia dijerat dengan pasalnya 22 huruf b undang-undang nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi dan pasal 30 ayat 1, ayat 2, dan atau ayat 3, jo  pasal 32 ayat 1 undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Klik:

© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved