Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Komik Batman Ternyata Digambar di Tulungagung

Seorang mantan tukang gambar sampul lembar kerja siswa (LKS) SD, menjadi sang maestro di balik terciptanya komik tersebut.

Komik Batman Ternyata Digambar di Tulungagung
NET

Laporan wartawan Surya, Aji Bramastra

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tidak banyak yang tahu, bahwa komik tokoh fiksi Batman yang populer di seantero dunia, ternyata dibuat di sebuah rumah di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur.

Seorang mantan tukang gambar sampul lembar kerja siswa (LKS) SD, menjadi sang maestro di balik terciptanya komik tersebut.

Ardian Syaf namanya. Pemuda 33 tahun, sudah tiga tahun terakhir menjadi komikus DC Comics, sebuah perusahaan penerbit asal New York, Amerika Serikat, yang disebut-sebut salah satu yang terbesar dalam bidang penerbitan komik di dunia.

Ardian dipercaya DC menggambar komik Batman. Sebuah kepercayaan yang luar biasa, mengingat Batman merupakan salah satu brand terbesar DC dalam mengeruk laba.

Sebetulnya, Aan, begitu Ardian biasa dipanggil, mengaku tidak pernah menyangka bisa meraih kesuksesan yang ia dapatkan sekarang. Sarjana Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang, sebelumnya hanya berambisi menjadi komikus lokal.

“Saya sebetulnya tidak pernah berpikir sampai seperti sekarang ini. Menjadi komikus memang cita-cita saya sejak kecil, tapi enggak pernah berpikir sampai jadi seperti sekarang,” ujar Ardian, yang oleh rekan-rekannya dikenal sebagai sosok yang sangat bersahaja.

Kesuksesan Ardian mendapat kepercayaan dari DC, tidak datang dengan sendirinya. Ia tidak serta merta mendapatkan itu dengan keberuntungan semata, tapi juga kerja keras.

Sejak 2005, Ardian intens mengirimkan hasil karyanya lewat internet ke sejumlah penerbit komik luar negeri. Beberapa penolakan pernah dirasakan. Sempat pula karyanya diterima, tapi lewat sistem bagi hasil.

“Namanya penerbit kecil, jadi ya pendapatannya tergantung hasil penjualan komik di pasaran. Kalau laku dan untung, ya saya dapat bagian. Kalau tidak, ya tidak dapat apa-apa,” ungkapnya.

  Loading comments...
© 2016 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas