Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Fenomena Kalangan Elite Ibu Kota Mengendarai Mobil Mewah (2)

BAGI kalangan berduit, mobil mewah saja belum cukup. Demi gengsi dan kehormatan, mereka kerap memakai angka nomor polisi cantik pada mobilnya.

Fenomena Kalangan Elite Ibu Kota Mengendarai Mobil Mewah (2)
TRIBUNNEWS.COM/TAUFIK ISMAIL
Mobil mewah Lamborghini diparkir di depan gedung DPRD DKI Jakarta saat pelantikan Anggota DPRD DKI periode 2014-2015 di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (25/8/2014). 

Lebih Bergengsi dengan Memakai Nomor Cantik

BAGI kalangan berduit, mobil mewah saja belum cukup. Demi gengsi dan kehormatan, mereka kerap memakai angka nomor plat atau nomor polisi cantik pada mobilnya. Pemilik nomor plat angka tunggal, 1 - 9 dianggap paling bergengsi. Selebihnya dua angka, yakni 11 sampai 99.

Bukan hanya di Jakarta fenomena ini terjadi. Adu gengsi mengenai kepemilikan nomor palat mobil paling kencang justru terjadi di Uni Emirat Arab. Pencinta otomotif Abu Dhabi, ibu kota negara itu, kerap menyelenggarakan lelang terbuka untuk mendapatkan nomor cantik plat moil. Tahun 2008 lalu, isalnya, lelang terbuka dimenangi Saeed Abdul Ghafour Khouri, orang kaya di negara minyak tersebut.

"Aku membelinya karena itu adalah nomor terbaik," ujar Abdul Ghafour ketika mendapat plat nomor tunggal 1 tahun 2008. Ya, nomor "1", tanpa embel-embel angka atau huruf lainnya.

Mau tahu harga pelat nomor 1 ini? Ketika itu, harganya mencapai 7 juta pounds atau sekitar Rp 104,4 miliar. Lima tahun kemudian, 2013, Abdul Ghafour menjual nomor plat 1, miliknya seharga 52,2 dirham atau 14,2 juta dolar AS setara dengan 163,3 miliar asumsi kurs 1 dolar Rp 11.500.

Bukan hanya di Timur Tengah, adu gengsi memiliki nomor cantik terjadi. Bangkali masih ingat kala Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sebagai orang nomor dia di pemerintahan provinsi DKI Jakarta, ia berhasrat mengendarai mobil nomor dua, DKI 2.

Rupanya, nomor itu telah dibeli pihak lain. Ahok menyebutnya pengusaha swasta. Kita juga masih ingat, seorang relawan membelikan mobil kepada Gubernur tepilih DKI Jakarta, Jokowi tahun 2012 dengan nomor plat B 1 JKW. (Baca: Jokowi Tolak Mobil Innova B 1 JKW dari Pendukungnya?)

Mantan calon presiden Prabowo Subianto Djojohadukusumo pun rupanya masuk katagori penyuka nomor cantik mobil. Pada mobil Lexus miliknya, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra kelahiran 17 Oktober tersebut menggunakan nomor B 17 PSD atau B 17 GRD. PSD diduga kepanjangan dari namanya, Prabowo Subianto Djojohadikusumo, dan GRD adalah dari Partai Gerindra. (Baca: Prabowo Vs Jokowi antara Lexus Vs Bajaj)

Demikian juga Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri. Toyota Alphard berwarna hitam dengan nomor polisi B 3, atau nomor B 1 PDI. Bahkan saat menjabat Wakil Presiden tahun 2001, Mega kerap menumpang mobil New Beetle nomor polisi Madura, Jawa Timur, M 3 GA, dibaca Mega. (Baca: Jokowi Tumpangi Mobil Mega B 1 PDI)

Mungkin gengsi ini juga yang hendak ditunjukkan Abraham Lunggana alias Haji Lulung, anggota DPRD DKI Jakarta sehingga terobsesi meiliki plat nomor DKI 1 HL dengan memodifikasi nomor Bali, DK 11 HL. (tribunnews/abdul qodir zaelani/abraham utama)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Abraham Utama
Editor: Domu D. Ambarita
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas