Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Menteri Perindustrian Diminta Hidupkan Industri Ikan Biak

Empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Papua menemui Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Menteri Perindustrian Diminta Hidupkan Industri Ikan Biak
Istimewa
Menteri Perindustrian Saleh Husin (tengah) berfoto bersama empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Yan P Mandenas (ketiga kanan), Wilhemus Pigai (kedua kanan) dan didampingi Tenaga Ahli Menperin, Didi Apriadi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Papua (DPRD) menemui Menteri Perindustrian Saleh Husin. Mereka membawa lima agenda untuk disampaikan kepada Kementerian Perindustrian.

"Pertama, kami minta Pak Saleh Husin membantu mengaktifkan kembali industri pengalengan ikan di Biak Numfor yang telah 15 tahun tidak aktif," kata Yan P Mandenas, anggota Komisi IV bidang pembangunan DPRD Papua usai menemui Menperin Saleh Husin di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (8/5/2015) kepada Tribunnews.com.

Hal ini penting karena demi memanfaatkan potensi alam dan tenaga kerja para nelayan terampil. Menurutnya, perairan Biak yang menghadap langsung Samudra Pasifik kaya dengan potensi ikan tuna.

Menurut Yan, industri pengalengan ikan yang telah tutup itu sebelumnya dioperasikan oleh PT Biak Mina Jaya. Masyarakat berharap, pemerintah pusat dapat menarik investor baru untuk mengaktifkan perusahaan tersebut.

"Selain itu, kami berharap pemerintah mengembangkan industri pengolahan ikan. Sehingga, para nelayan tidak hanya menghasilkan ikan segar tapi dapat diolah sehingga bernilai tambah," ujarnya.

Untuk itu, diperlukan bantuan peralatan dan infrastruktur listrik. Aliran listrik diperlukan untuk mesin pendingin sehingga ikan tangkapan dapat bertahan lebih lama.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengapresiasi permintaan anggota Dewan tersebut.

"Potensi Papua yang berada di kawasan timur memang belum banyak tergarap. Industri yang melibatkan warga lokal seperti perikanan dan pertanian menjadi salah satu prioritas untuk dikembangkan," ujar Menperin.

Pihaknya bakal berkoordinasi secara internal maupun dengan kementerian lainnya agar pengembangan Papua berjalan cepat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas