Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hakim Terima Suap

OC Kaligis Bujuk Gerry Pasang Badan di Rutan Guntur Saat Hari Lebaran

Gerry ditahan di rutan KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. Sementara OC ditahan di Rutan Pomdam Jaya, Guntur.

OC Kaligis Bujuk Gerry Pasang Badan di Rutan Guntur Saat Hari Lebaran
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka kasus suap hakim PTUN Medan OC Kaligis memasuki gedung KPK untuk diperiksa di Jakarta, Rabu (15/7/2015). Pengacara kondang itu diduga menyuap hakim PTUN Medan guna memuluskan kasus yang dia tangani. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka kasus suap hakim PTUN Medan, M Yagari Bhastara alias Gerry sempat bertemu dan dibujuk atasannya yang juga jadi tersangka kasus yang sama, OC Kaligis, di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta pada saat Hari Raya Idul Fitri 17 Juli 2015 kemarin. OC minta Gerry 'pasang badan' sehingga keterangannya tidak memberatkan sangkaan dirinya.

Demikian diungkapkan kuasa hukum Gerry, Haeruddin Masarro di kantor KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2015).

Diberitakan, OC Kaligis merupakan pengacara kondang yang menjadi pimpinan pengacara Gerry di kantor OC Kaligis & Associates. Ia ditangkap penyidik KPK setelah Gerry terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) melakukan suap Rp250 juta kepada tiga hakim dan panitera di PTUN Medan pada 9 Juli 2015.

Gerry ditahan di rutan yang ada di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. Sementara OC ditahan di Rutan Pomdam Jaya, Guntur.

"Saat Hari Lebaran kemarin, Gerry dari rutan di sini dibawa ke sana (untuk Salat Idul Fitri). Setelah Salat Jumatan selesai, dia dipanggil sama OC. 'Gerry sini dulu. Bagaimana kau Gerry, kantor sudah tutup, ratusan orang sudah tidak bisa mengais nafkahnya lagi dari situ. Kenapa kamu tidak pasang badan saja. Nanti, saya yang tanggung kau punya semua biaya.' Begitu," beber Haeruddin.

Namun, Gerry tak terhanyut dengan bujuk rayu OC itu. Sebab, ia tahu ada saksi lain dan pihak KPK telah mempunyai bukti rekaman pembicaraan tentang keterlibatan atasannya itu, yakni tentang asal-muasal uang untuk hakim PTUN Medan.

"Kata Gerry, 'Bagaimana saya bisa pasang badan. Orang ada rekamannya. Saat prof ngomong dengan Indah itu (staf dari OC Kaligis & Associates, Yurinda Tri Achyuni-red), ada barang (rekaman) itu. Barang itu dibawa dan barangnya sudah dikasih tunjuk ke saya. Jadi, ini nggak bisa. Pokoknya saya nggak mau begini' Untung Gerry belum diperiksa penyidik, tapi dia sudah lebih dulu sadar," jelas Haeruddin yang juga masih kerabat Gerry itu.

Diketahui, penyidik KPK kerap memisahkan tempat penahanan para tersangka yang terkait satu perkara sama. Hal ini dilakukan untuk menghindari para tersangka tersebut 'bermain mata'.

Kasus suap kepada tiga PTUN Medan oleh pihak pengacara OC Kaligis dan anak buahnya, Gerry itu sendiri juga turut menyeret nama Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti. Kantor Pemprov Sumut telah digeledah. Pasangan suami istri itu pun telah dijadwalkan oleh penyidik KPK sebagai saksi.

Pihak OC Kaligis selaku kuasa hukum Pemprov Sumut diduga melakukan penyuapan kepada tiga hakim dan panitera PTUN Medan sebagai timbal balik pemenangan perkara tata usaha terkait penyelidikan kasus dana bansos Pemprov Sumut 2011-2013.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas